Asas Kelima Belas
Al-Maktubat · hlm. 228
Dan ketaatannya kepada agama yang ia bawa — melebihi siapa pun — dan ubudiyahnya kepada Khâliq-nya melebihi siapa pun, serta ketakwaannya terhadap segala yang dilarang melebihi siapa pun, secara pasti menunjukkan bahwa: ia adalah penyampai dan utusan Sang Sultan azali dan abadi, hamba paling ikhlas dari Sang Ma'bûd dengan haq, dan penerjemah Kalam Azali.
Hasil dari kelima belas asas ini ialah: sosok yang tersifati dengan sifat-sifat tersebut, dengan seluruh kekuatannya, sepanjang hidupnya, berulang kali dan terus-menerus mengucapkan فَاعْلَمْ اَنَّهُ لآَ اِلٰهَ اِلاَّ اللّٰهُ, mengumumkan keesaan.
اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَيْهِ وَ عَلٰٓى اٰلِهِ عَدَدَ حَسَنَاتِ اُمَّتِهِسُبْحَانَكَ لاَ عِلْمَ لَنَٓا اِلاَّ مَا عَلَّمْتَنَٓا اِنَّكَ اَنْتَ الْعَل۪يمُ الْحَك۪يمُ
---
Sebuah Karunia Ilahi dan Sebuah Jejak Inayah Rabbâni
Dengan harapan menjadi tempat berlakunya makna وَ اَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ, kami berkata: Pada penulisan risalah ini, akan kusebutkan sebuah jejak inayah dan rahmat Allah, agar mereka yang membaca risalah ini memandangnya dengan saksama.
Sungguh, penulisan risalah ini sama sekali tak ada dalam kalbuku. Sebab tentang risalah Ahmadiyah صلى الله عليه وسلم, Kelimat Ketiga Puluh Satu dan Kelimat Kesembilan Belas telah ditulis. Tiba-tiba, sebuah dorongan yang memaksa untuk menulis risalah ini hadir ke kalbu. Lagi pula, daya ingatku telah padam akibat musibah-musibah. Dan dalam masyrabku, pada karya-karya yang kutulis, aku tak menempuh cara periwayatan (dengan bentuk "qâla — qîla"). Lagi pula, di sisiku tak ada kitab-kitab hadis dan sirah. Meski demikian, dengan mengucap "Tawakkaltu 'alallâh" aku memulai. Terjadilah suatu keberhasilan sedemikian rupa, sehingga daya ingatku menolong lebih dari daya ingat Said Lama. Setiap dua-tiga jam, tertulis dengan cepat tiga puluh hingga empat puluh halaman. Dalam satu jam saja tertulis lima belas halaman. Kebanyakan dinukil dari kitab-kitab seperti Bukhârî, Muslim, Baihaqî, Tirmidzî, Syifâ' asy-Syarîf, Abû Nu'aim, dan Thabarî. Padahal jika ada kesalahan dalam nukilan ini — karena ia hadis — dapat menjadi dosa, sehingga kalbuku bergetar. Namun ternyata ada inayah, dan risalah ini diperlukan. Insya Allah ia tertulis dengan benar. Sekiranya ada kekeliruan pada sebagian lafal hadis atau pada nama para perawi, aku memohon kepada saudara-saudaraku untuk membetulkannya dan memandangnya dengan kelapangan.
Said Nursî
Ya, kami menuliskan naskah, dan Guru kami menuturkan. Di sisinya sama sekali tak ada kitab; ia pun tak merujuk apa pun. Tiba-tiba ia menuturkan dengan sangat cepat, dan kami menuliskan. Dalam dua-tiga jam, kami menulis tiga puluh hingga empat puluh halaman, bahkan lebih. Kami pun berkeyakinan bahwa: keberhasilan ini adalah salah satu keramat dari mukjizat-mukjizat Nabawiyah.
Pelayan tetapnya: Abdullah Çavuş — Pelayan dan juru tulis naskah: Süleyman Sâmi — Juru tulis naskah dan saudara akhirat: Hâfız Hâlid — Juru tulis naskah dan penyalin bersih: Hâfız Tevfik
---