Ayat Taurat yang Lain Lagi
Al-Maktubat · hlm. 194
عَبْدِىَ الْمُخْتَارُ لَيْسَ بِفَظٍّ وَلاَ غَل۪يظٍ Maka makna "Mukhtâr" adalah "Musthafâ", dan itu pula merupakan salah satu nama Nabi صلى الله عليه وسلم.
Di dalam Injil, mengenai penggambaran Nabi صلى الله عليه وسلم — yang datang sesudah Isa, dan yang di dalam beberapa ayat Injil dikabargembirakan dengan gelar "Pemimpin Alam" —: مَعَهُ قَض۪يبٌ مِنْ حَد۪يدٍ يُقَاتِلُ بِهِ وَاُمَّتُهُ كَذٰلِكَ Maka ayat ini menunjukkan bahwa: "Akan datang seorang nabi pemilik pedang (shâhib as-saif), yang ditugaskan untuk berjihad." Qadhîb-i Hadîd berarti pedang. Dan bahwa umat beliau pun akan menjadi pemilik pedang seperti beliau — yakni ditugaskan untuk berjihad — maka ayat وَ مَثَلُهُمْ فِى اْلاِنْجِيلِ كَزَرْعٍ اَخْرَجَ شَطْاَهُ فَاٰزَرَهُ فَاسْتَغْلَظَ فَاسْتَوٰى عَلٰى سُوقِهِ يُعْجِبُ الزُّرَّاعَ لِيَغ۪يظَ بِهِمُ الْكُفَّارَ di akhir Surah al-Fath, sebagaimana ayat Injil ini, dengan mengisyaratkan kepada ayat-ayatnya yang lain, memaklumkan bersama Injil bahwa Muhammad صلى الله عليه وسلم adalah pemilik pedang dan ditugaskan untuk berjihad.
Pada Bab Ketiga Puluh Tiga dari Kitab Kelima Taurat, terdapat ayat ini: "Al-Haqq Ta'âlâ datang menghadap dari Bukit Sinai, dan terbit atas kami dari Sâ'îr, serta tampak nyata di Pegunungan Fâran."
Maka ayat ini, sebagaimana ia mengabarkan kenabian Mûsâwiyah dengan ungkapan "menghadapnya al-Haqq di Bukit Sinai", dan mengabarkan kenabian 'Îsâwiyah dengan ungkapan "terbitnya al-Haqq dari Sâ'îr" — yang tak lain adalah Pegunungan Syam —; demikian pula, dengan ungkapan "munculnya al-Haqq dari Pegunungan Fâran" — yang berdasarkan kesepakatan tak lain adalah Pegunungan Hijaz — ia secara pasti mengabarkan risalah Ahmadiyah صلى الله عليه وسلم. Dan pula, sebagai pembenaran atas hukum ذٰلِكَ مَثَلُهُمْ فِى التَّوْرٰيةِ di akhir Surah al-Fath, di dalam Taurat terdapat ayat ini mengenai para sahabat nabi yang muncul dari Pegunungan Fâran: "Panji-panji kaum yang suci ada bersama-sama dengannya, dan berada di sebelah kanannya." Ia menyifati mereka dengan sebutan "kaum yang suci". Yakni: "Para sahabat beliau adalah para wali yang suci lagi saleh."
Di dalam kitab Nabi Sya'yâ, pada Bab Keempat Puluh Dua, terdapat ayat ini: "Al-Haqq Subhânahu, pada akhir zaman, akan membangkitkan hamba pilihan-Nya yang terseleksi, dan akan mengutus kepadanya Rûh al-Amîn, yaitu Jibril Alaihissalâm, lalu mengajarkan kepadanya agama Ilahi-Nya. Dan ia pun akan mengajarkannya kepada manusia menurut cara pengajaran Rûh al-Amîn, dan akan memutuskan perkara di antara manusia dengan kebenaran. Ia adalah sebuah cahaya, yang akan mengeluarkan makhluk dari kegelapan-kegelapan. Apa yang telah diberitahukan Rabb kepadaku sebelum terjadinya, aku pun memberitahukannya kepada kalian."
Maka ayat ini, dengan sangat jelas, menerangkan sifat-sifat Muhammad صلى الله عليه وسلم, Nabi akhir zaman.
Di dalam kitab Nabi Mîkhâîl, yang dinamai dengan nama Misyâîl, pada Bab Keempat, terdapat ayat ini: "Pada akhir zaman akan tegak suatu umat yang dirahmati, yang di sana — untuk beribadah kepada al-Haqq — mereka memilih gunung yang diberkahi. Dan dari setiap iklim, banyak orang berkumpul di sana, beribadah kepada Rabb Yang Wâhid; mereka tidak menyekutukan-Nya."
Maka ayat ini, dengan jelas, menggambarkan Jabal Arafah — gunung yang paling diberkahi di dunia — serta takbir dan ibadah para jamaah haji yang datang ke sana dari setiap iklim, dan umat Muhammadiyah yang termasyhur dengan sebutan "umat yang dirahmati".
Di dalam Zabur, pada Bab Ketujuh Puluh Dua, terdapat ayat ini: "Ia akan menguasai dari laut ke laut dan dari sungai-sungai hingga ke ujung serta penghujung bumi.. dan raja-raja Yaman serta Aljazair akan membawakan hadiah-hadiah kepadanya.. dan para padishah akan bersujud dan tunduk kepadanya.. dan setiap waktu dibacakan salawat atasnya serta setiap hari didoakan keberkahan baginya.. dan cahayanya akan menerangi dari Madinah.. dan sebutan namanya akan berlangsung selama-lamanya sepanjang zaman.. namanya telah ada sebelum wujud matahari. Namanya akan tersebar selama matahari masih tegak berdiri..."
Nah, ayat ini dengan cara yang amat gamblang menyifati Kebanggaan Alam صلى الله عليه وسلم. Gerangan, sesudah Nabi Dâwud Alaihissalâm, nabi manakah yang datang selain Muhammad al-'Arabî صلى الله عليه وسلم; yang telah menyebarkan agamanya dari timur hingga barat, dan mengikat raja-raja pada jizyah, dan menaklukkan para padishah dalam ketundukan sehingga seolah bersujud kepadanya, dan setiap hari meraih salawat serta doa dari seperlima umat manusia bagi dirinya, dan cahayanya memancar dari Madinah? Siapakah dia? Siapakah yang dapat ditunjukkan?
Dan lagi, ayat ketiga puluh dari Bab Keempat Belas Injil Yahya berbahasa Turki adalah ini: "Aku tidak akan banyak lagi bercakap-cakap dengan kalian, karena penguasa alam ini sedang datang. Dan padaku tiada sesuatu pun miliknya!" Nah, ungkapan "Penguasa Alam" bermakna "Kebanggaan Alam". Adapun gelar Kebanggaan Alam, itulah gelar Muhammad al-'Arabî صلى الله عليه وسلم yang paling masyhur.
Kembali, ayat ketujuh dari Bab Keenam Belas Injil Yahya adalah ini: "Namun aku mengatakan yang haq kepada kalian. Kepergianku bermanfaat bagi kalian. Karena jika aku tidak pergi, sang penghibur tidak akan datang kepada kalian." Nah, lihatlah! Siapakah Penguasa Alam dan pemberi hiburan sejati bagi manusia selain Muhammad al-'Arabî صلى الله عليه وسلم? Ya, Kebanggaan Alam itu dialah, dan yang menyelamatkan manusia fana dari hukuman mati abadi lalu memberi hiburan, dialah.
Dan lagi, ayat kedelapan Bab Keenam Belas Injil Yahya: "Apabila ia pun datang; ia akan menegakkan hujah atas dunia perihal dosa, perihal kebajikan, dan perihal hukum." Nah, siapakah yang datang selain Muhammad al-'Arabî صلى الله عليه وسلم — yang mengubah kerusakan dunia menjadi kebajikan, menyelamatkan dari dosa-dosa dan kesyirikan, serta mengganti politik dan kedaulatan dunia?
Dan lagi, ayat kesebelas Bab Keenam Belas Injil Yahya: "Karena telah tiba ketetapan tentang kedatangan penguasa alam ini." Nah, "Penguasa Alam"{(Catatan Kaki): Ya, Zat itu adalah seorang penguasa dan sultan sedemikian rupa sehingga selama seribu tiga ratus lima puluh tahun, dan di setiap abad dari kebanyakan abad, sekurang-kurangnya memiliki tiga ratus lima puluh juta rakyat dan warga. Dengan kesempurnaan penyerahan dan ketundukan, mereka menaati perintah-perintahnya, dan setiap hari mereka memperbarui baiat dengan mengucapkan salam kepadanya.} tentulah dia adalah Ahmad-i Muhammad صلى الله عليه وسلم, Penghulu Manusia.
Dan lagi, ayat ketiga belas Bab Keenam Belas Injil Yahya: "Namun apabila ruh Kebenaran itu datang, ia akan membimbing kalian kepada seluruh hakikat. Karena ia tidak berkata dari dirinya sendiri. Ia akan mengatakan segala yang didengarnya, dan mengabarkan kepada kalian hal-hal yang akan datang." Nah, ayat ini terang benderang. Gerangan, siapakah — dan siapakah yang bisa menjadi — yang menyeru seluruh manusia sekaligus kepada hakikat, dan menyampaikan setiap kabarnya dari wahyu, dan mengatakan apa yang didengarnya dari Jibril, dan mengabarkan secara terperinci tentang kiamat dan akhirat, selain Muhammad al-'Arabî صلى الله عليه وسلم?
Dan lagi, di dalam Kitab-kitab para nabi, terdapat nama-nama Suryani dan Ibrani bagi Rasul Termulia صلى الله عليه وسلم yang bermakna Muhammad, Ahmad, dan Mukhtâr. Yakni: di dalam suhuf Nabi Syu'aib namanya adalah "Musyaffah" dalam makna Muhammad. Dan lagi di dalam Taurat, kembali dalam makna Muhammad, "Munhamanna", dan dalam makna Nabiyy-ul Haram, "Himyâthâ". Di dalam Zabur ia dinamai dengan nama "Al-Mukhtâr". Kembali di dalam Taurat "Al-Khâtam-ul Khâtam". Dan lagi di dalam Taurat dan Zabur "Muqîm-us Sunnah". Dan lagi di dalam Suhuf Ibrahim dan Taurat "Mazmaz". Dan lagi di dalam Taurat "Ahyad".
Rasul Termulia صلى الله عليه وسلم bersabda: اِسْم۪ى فِى الْقُرْاٰنِ مُحَمَّدٌ وَ فِى اْلاِنْج۪يلِ اَحْمَدُ وَ فِى التَّوْرٰيةِ اَحْيَدُ demikianlah sabdanya. Dan lagi di dalam Injil, di antara nama-nama kenabian, "Shâhib-ul Qadhîbi wa-l Harâwah" yakni "pemilik pedang dan tongkat." Ya, pemilik pedang terbesar di antara para nabi; yang ditugasi berjihad bersama umatnya, ialah Rasul Termulia صلى الله عليه وسلم. Kembali di dalam Injil ialah "Shâhib-ut Tâj" (pemilik mahkota). Ya, gelar "Shâhib-ut Tâj" khusus bagi Rasul Termulia صلى الله عليه وسلم. Tâj berarti imamah, yakni serban. Pada zaman dahulu di antara bangsa-bangsa, yang secara umum sebagai bangsa mengenakan serban dan 'iqâl, adalah bangsa Arab. "Shâhib-ut Tâj" di dalam Injil secara pasti berarti Rasul Termulia صلى الله عليه وسلم.
Dan lagi di dalam Injil "Al-Bâraqlît" atau "Al-Fâraqlît", yang di dalam tafsir-tafsir Injil diberi makna "penyembah kebenaran yang membedakan antara yang haq dan yang batil"; yaitu nama Zat yang kelak akan menggiring manusia yang datang sesudahnya kepada kebenaran.
Di suatu tempat dalam Injil, Nabi 'Îsâ Alaihissalâm berkata: "Aku akan pergi; supaya penguasa dunia datang." Gerangan, sesudah Nabi 'Îsâ Alaihissalâm, siapakah yang datang — yang akan menjadi penguasa dunia dan membedakan serta memilah antara yang haq dan yang batil, lalu membimbing manusia menggantikan kedudukan Nabi 'Îsâ Alaihissalâm — selain Rasul Termulia صلى الله عليه وسلم? Artinya, Nabi 'Îsâ Alaihissalâm senantiasa memberi kabar gembira kepada umatnya dan mengabarkan bahwa: "Seseorang akan datang, sehingga tidak lagi diperlukan diriku. Aku hanyalah sebuah pendahuluan dan pembawa kabar gembira baginya." Sebagaimana ayat mulia ini: َواِذْ قَالَ ع۪يسَى ابْنُ مَرْيَمَ يَا بَن۪ٓى اِسْرَٓائ۪يلَ اِنّ۪ى رَسُولُ اللّٰهِ اِلَيْكُمْ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَىَّ مِنَ التَّوْرٰيةِ وَمُبَشِّرًا بِرَسُولٍ يَاْت۪ى مِنْ بَعْدِى اسْمُهُ اَحْمَدُ
{(Catatan Kaki): اُمَّتُهُ الْحَمَّادُونَ Sang pengembara masyhur Evliya Çelebi, di makam Nabi Syam'ûn ash-Shafâ, telah membaca ayat yang datang ini pada Injil Syarif yang tertulis di atas kulit rusa. Ayat yang turun berkenaan dengan Rasul Termulia صلى الله عليه وسلم: ايتون Seorang anak, ازربيون yakni: berasal dari keturunan Ibrahim, پروفتون menjadi seorang nabi, لوغسلين bukan pendusta, بنت tempat افزولات kelahirannya adalah Mekah, كه كالوشير datang dengan kesalihan, تونومنين nama mubaraknya مواميت (Kata "Mevâmit" ini merupakan penyimpangan dari "Memed", dan "Memed" pun penyimpangan dari "Muhammad".) adalah Ahmad Muhammad. اسفدوس Orang-orang yang mengikutinya, تاكرديس akan menjadi penguasa dunia ini. بيست بيث pun akan menjadi penguasa dunia itu.}
Ya, di dalam Injil Nabi 'Îsâ Alaihissalâm berkali-kali memberi kabar gembira kepada umatnya. Ia mengabarkan bahwa seorang penguasa manusia yang teramat penting akan datang, dan menyebut Zat itu dengan beberapa nama. Nama-nama itu tentulah dalam bahasa Suryani dan Ibrani. Para ahli tahkik telah menyaksikannya. Nama-nama itu bermakna "Ahmad, Muhammad, Fâriq-un bain-al Haqqi wa-l Bâtil (Pembeda antara yang haq dan yang batil)". Artinya, 'Îsâ Alaihissalâm berkali-kali memberi kabar gembira tentang Ahmad صلى الله عليه وسلم.