Bagian Kedua
Al-Maktubat · hlm. 199
Maksud dari irhâsât dan dalil-dalil kenabian ini adalah demikian: sebelum diutusnya Ahmad صلى الله عليه وسلم, pada masa fatrah, para kâhin, serta sebagian manusia pada zaman itu yang sampai pada derajat tertentu sebagai wali dan 'ârif billâh; telah mengabarkan akan datangnya Rasul Termulia صلى الله عليه وسلم, menyebarkan kabar mereka, serta mewariskannya kepada abad-abad mendatang melalui syair-syair mereka. Mereka banyak; kami akan menyebutkan sebagian yang masyhur dan tersebar, yang dinukil dan diterima oleh ahli sirah dan sejarah. Di antaranya:
Seorang raja bernama Tubba' dari raja-raja Yaman telah melihat sifat-sifat Rasul Termulia صلى الله عليه وسلم di dalam kitab-kitab kuno, lalu beriman. Ia mengumumkan sebuah syairnya demikian: شَهِدْتُ عَلٰى اَحْمَدَ اَنَّهُ رَسُولٌ مِنَ اللّٰهِ بَارِى النَّسَمِ فَلَوْ مُدَّ عُمْر۪ى اِلٰى عُمْرِهِ لَكُنْتُ وَز۪يرًا لَهُ وَابْنَ عَمٍّ Yakni: "Aku membenarkan risalah Ahmad صلى الله عليه وسلم. Seandainya aku sempat mencapai zamannya, niscaya aku menjadi wazir dan saudara sepupunya." (Yakni, niscaya aku menjadi pelayan yang rela berkorban baginya seperti Ali.)