Risale-i NurAl-Maktubat

Bagian Kesembilan (Risalah Kesembilan)

Al-Maktubat · hlm. 592

Adalah "Sembilan Telvih" tentang jalan-jalan wilayah, suatu risalah yang dikenal dengan nama Telvihât Tis'ah.

Telvih Pertama: menerangkan bahwa rahasia tarekat — sebagai hasil suatu seyr u sulûk ruhani dengan kaki kalbu di bawah naungan Mikraj Ahmadi صلى الله عليه وسلم — adalah pencapaian hakikat imani dan Qur'ani secara zauqi, hâlî, dan sampai derajat tertentu syuhudi; dan membuktikan bahwa sebagaimana akal dalam mahiyah menyeluruh manusia tersingkap dan dijalankan dari sisi bakat dan pengetahuannya akan sains yang tak terhingga, kalbu pun sepertinya berkedudukan sebagai peta maknawi alam ini dan benih banyak kesempurnaan; sehingga (tarekat adalah) menjalankannya dari sisi tarekat dan menggiringnya ke kesempurnaannya.

Telvih Kedua: menerangkan bahwa bekerjanya kalbu adalah dengan zikir dan tafakur, dan menerangkan salah satu dari kebaikan-kebaikan kerjanya yang menjadi sumber kebahagiaan kehidupan dunia.

Telvih Ketiga: menerangkan bahwa wilayah adalah suatu hujah risalah; dan tarekat adalah suatu bukti syariat; dan betapa besar kerugian orang yang tak menghargai nilainya.

Telvih Keempat: menerangkan bahwa jalan wilayah, selain amat mudah juga amat sukar, selain amat pendek juga amat panjang, selain amat berharga juga amat berbahaya, selain amat luas juga amat sempit; dan bahwa ia ditempuh dengan dua jalan, âfâqî dan enfüsî.

Telvih Kelima: dengan menerangkan mahiyah Wahdatul Wujûd dan Wahdatusy Syuhûd, ia membuktikan keunggulan masyrab luhur ahli sadar (sahw) dan ahli waris kenabian.

Telvih Keenam: dengan menerangkan bahwa yang paling indah dan paling lurus di antara jalan wilayah adalah ittiba' pada Sunnah yang Mulia, dan bahwa asas terpenting wilayah adalah ikhlas serta kekuatan tertajamnya adalah cinta; ia menerangkan bahwa karena dunia ini adalah negeri khidmat dan bukan negeri upah dan ganjaran, seharusnya tak sengaja meminta kelezatan, cita rasa, dan karamah tarekat.

Telvih Ketujuh: dengan menerangkan bahwa tarekat dan hakikat adalah pelayan syariat; bahwa tingkatan tertinggi tarekat dan hakikat adalah bagian-bagian syariat; dan keharusan bahwa tarekat dan hakikat tak keluar dari kedudukan sarana serta senantiasa tunduk pada syariat; ia memberi jawaban menakjubkan atas pertanyaan "Dapatkah ada wali di luar Sunnah yang Mulia dan hukum syariat?"

Telvih Kedelapan: menerangkan delapan jurang penting tarekat.

Telvih Kesembilan: menerangkan sembilan buah tarekat yang amat manis dan indah dari amat banyak buahnya.

Risalah ini adalah suatu iksir teragung dan penawar termanjur bagi ahli tarekat maupun yang bukan.