Bagian Ketujuh: Tujuh Isyarat (İşârât as-Sab'ah)
Al-Maktubat · hlm. 590
فَاٰمِنُوا بِاللّٰهِ وَرَسُولِهِ النَّبِىِّ اْلاُمِّىِّ الَّذ۪ى يُؤْمِنُ بِاللّٰهِ وَكَلِمَاتِه۪ وَاتَّبِعُوهُ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ ❊ يُر۪يدُونَ اَنْ يُطْفِئُوا نُورَ اللّٰهِ ِباَفْوَاهِهِمْ وَيَاْبَى اللّٰهُ اِلآَّ اَنْ يُتِمَّ نُورَهُ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ
Ia menafsirkan suatu rahasia dan hakikat penting ayat-ayat ini dengan "Tujuh Isyarat" dan dengan tujuh jawaban pasti dan kuat atas tujuh pertanyaan penting.
Pertanyaan Pertama: adalah jawaban yang amat pasti dan kuat atas pertanyaan ahli bidah yang berkata "Orang-orang yang masuk Islam dari kalangan asing menerjemahkan syiar Islam dengan bahasa mereka sendiri. Bukankah diam dan tak berkeberatannya Alam Islam terhadap mereka menunjukkan adanya kebolehan syar'i?"
Kedua: adalah jawaban yang amat pasti, jelas, terang, dan membungkam atas pertanyaan ahli bidah yang berkata "Karena para revolusioner dan filsuf Barat maju dengan melakukan revolusi dalam Mazhab Katolik, gerangan tak dapatkah terjadi suatu revolusi agama semacam ini dalam Islam?"
Ketiga: adalah jawaban yang amat membungkam, meyakinkan, dan logis atas pertanyaan ahli bidah dan kebejatan yang berkata "Karena Eropa maju setelah meninggalkan fanatisme, bukankah lebih baik jika kita pun meninggalkan fanatisme?"
Keempat: adalah jawaban yang amat kokoh atas pertanyaan dahsyat ahli dunia yang licik ini: "Bukankah pada abad ini lebih baik memadukan Islam yang melemah dengan kebangsaan yang kuat dengan niat menguatkannya, dan menguatkan perangai kebangsaan dengan syiar Islam?"
Kelima: adalah jawaban yang amat kuat atas pertanyaan ahli kritik: "Pada masa ketika masyarakat manusia telah demikian rusak, perasaan agama telah melemah, dan kejeniusan serta gerak pribadi telah kalah oleh tindakan pribadi maknawi jamaah, bagaimana — sebagaimana dikatakan dalam riwayat sahih — Mahdi akan memperbaiki dunia dalam beberapa tahun? Padahal jika seluruh pekerjaannya luar biasa dan disertai mukjizat beberapa nabi sekalipun, perbaikannya tetap tampak amat sukar."
Keenam: tentang kemenangan Hazrat Mahdi atas komite Sufyani di akhir zaman, pembubaran komite Dajjal oleh Hazrat Isa Alaihissalâm, dan ketundukannya pada syariat Islam.
Ketujuh: adalah jawaban yang amat hak dan penuh hakikat atas pertanyaan yang datang dari banyak orang: "Sementara para pemikir Islam menerima dustur Eropa dan hukum sains sampai derajat tertentu, lalu membela Islam menghadapi mereka dengan metode mereka — dan engkau pun dahulu berbuat demikian — mengapa kini engkau membuka jalan yang sama sekali lain, memukul filsafat dari akarnya? Dan menunjukkan bahwa metode yang mereka sebut sains positif itu amat dangkal dibandingkan dustur Al-Qur'an?"