Risale-i NurAl-Maktubat

Bagian Pertama (Risalah Pertama)

Al-Maktubat · hlm. 585

Ia menafsirkan beberapa rahasia ayat-ayat بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّح۪يمِ اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَم۪ينَ ❊ الرَّحْمٰنِ الرَّح۪يمِ ❊ مَالِكِ يَوْمِ الدّ۪ينِ ❊ اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَع۪ينُ ❊ اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَق۪يمَ ❊ صِرَاطَ الَّذ۪ينَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ❊ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَ لاَ الضَّٓالّ۪ينَ ❊هُوَ الَّذ۪ٓى اَنْزَلَ عَلَيْكَ الْكِتَابَ مِنْهُ اٰيَاتٌ مُحْكَمَاتٌ هُنَّ اُمُّ الْكِتَابِ وَاُخَرُ مُتَشَابِهَاتٌ dengan "Sembilan Nuktah".

Nuktah Pertama: adalah jawaban penting terhadap mereka yang berkata "Yang berkaitan dengan Al-Qur'an dan rahasia Al-Qur'an tak diketahui, dan para mufasir tak memahami hakikatnya."

Nuktah Kedua: menerangkan suatu hikmah penting dalam sumpah-sumpah Qur'ani seperti وَ التّ۪ينِ وَ الزَّيْتُونِ ❊ وَالشَّمْسِ وَضُحٰيهَا dalam Al-Qur'an al-Hakîm.

Nuktah Ketiga: tentang huruf muqatha'ah yang merupakan sandi Ilahi di awal surah-surah.

Nuktah Keempat: karena terjemahan hakiki Al-Qur'an al-Hakîm tak mungkin dan keluhuran uslub dalam kemukjizatan maknawinya tak dapat diterjemahkan, dengan suatu penjelasan penting, ia menunjukkan suatu kilau kemukjizatan dalam uslub Qur'ani.

Nuktah Kelima: menunjukkan bahwa makna paling ringkas yang diungkapkan kalimat "Alhamdulillâh" sepanjang satu baris, dan bahwa terjemahan hakikinya tak mungkin.

Nuktah Keenam: menerangkan suatu rahasia penting tentang nun mutakallim ma'al ghair (nun "kami") dalam اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَع۪ينُ, di dalam suatu keadaan yang bercahaya dan khayal yang penuh hakikat.

Nuktah Ketujuh: dalam menerangkan rahasia penting dan bercahaya اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَق۪يمَ ❊ صِرَاطَ الَّذ۪ينَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ, ia menunjukkan betapa buruk dan merugikan penciptaan bidah.

Nuktah Kedelapan: menerangkan suatu rahasia penting bahwa syiar Islam berkedudukan sebagai hak umum.

Nuktah Kesembilan: menerangkan bahwa persoalan syariat terbagi dua bagian — "taabbudi" dan "ma'qul al-ma'na"; dan rahasia bahwa bagian taabbudi tak dapat berubah dengan berubahnya hikmah dan maslahat. Dan ia menerangkan bahwa faedah azan bukan hanya menyeru penduduk suatu desa ke salat, melainkan suatu pemakluman tauhid atas nama seluruh makhluk kepada maujud di istana alam semesta.