Contoh Kelima
Al-Maktubat · hlm. 415
Saudaraku Abdülmecid, atas wafat keponakanku Abdurrahman (rahmatullâhi 'alaih) dan di tengah keadaan pedih lainnya, merasakan suatu keberantakan. Lagi pula ia menanti himmah dan pertolongan maknawi yang tak sanggup kulakukan. Aku tak berkirim surat dengannya. Tiba-tiba kukirim beberapa Kalimat penting kepadanya. Setelah menelaahnya, ia menulis: "Alhamdulillah aku selamat! Aku hampir gila. Setiap Kalimat ini berkedudukan sebagai mursyid. Sekalipun aku berpisah dari satu mursyid, aku menemukan banyak mursyid sekaligus, aku selamat." demikian ia menulis. Kulihat sungguh Abdülmecid telah masuk ke jalan yang indah dan selamat dari keadaan lamanya.
Masih ada amat banyak contoh seperti lima contoh ini. Mereka menunjukkan bahwa: ilmu imani, terutama jika obat maknawi diambil dari rahasia Al-Qur'an al-Hakîm secara langsung berdasarkan kebutuhan dan sebagai obat bagi luka, lalu dicoba; tentu ilmu imani dan obat ruhani itu cukup dan memadai bagi mereka yang merasakan kebutuhannya dan menggunakannya dengan keikhlasan sungguh-sungguh. Apoteker dan penyeru yang menjual dan menunjukkannya, dalam keadaan apa pun ia — biasa, bangkrut, kaya, pemilik maqam, atau pelayan — tak banyak beda.
Ya, tatkala ada Matahari, tak perlu masuk ke bawah cahaya lilin. Karena aku menunjukkan Matahari, meminta cahaya lilin dariku — terutama jika tak ada padaku — tak bermakna, tak perlu. Melainkan mereka perlu menolongku dengan doa, dengan bantuan maknawi, bahkan dengan himmah. Dan tak memohon pertolongan dari mereka adalah hakku. Adapun mereka, mencukupkan diri dengan limpahan yang mereka ambil dari Cahaya adalah hak yang di atas mereka.
سُبْحَانَكَ لاَ عِلْمَ لَنَٓا اِلاَّ مَا عَلَّمْتَنَٓا اِنَّكَ اَنْتَ الْعَل۪يمُ الْحَك۪يمُاَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلاَةً تَكُونُ لَكَ رِضَٓاءً وَ لِحَقِّه۪ اَدَٓاءً وَ عَلٰٓى اٰلِه۪ وَ صَحْبِه۪ وَ سَلِّمْ
[Sebuah surat kecil dan khusus yang dapat menjadi pelengkap Persoalan Ketiga Surat Kedua Puluh Delapan.]
Saudara-saudara akhiratku dan murid-muridku yang rajin, Hüsrev Efendi dan Re'fet Bey! Pada cahaya Qur'ani bernama Kalimat, kami merasakan tiga karamah Qur'ani. Kalian pun, dengan kegiatan dan kegairahan kalian, telah menambahkan yang keempat. Adapun tiga yang kami ketahui: