Risale-i NurAl-Maktubat

Contoh Kesembilan

Al-Maktubat · hlm. 130

Dengan riwayat para ahli tahqiq yang terpercaya lagi sahih seperti pemilik asy-Syifâ' asy-Syarîf, serta Ibnu Abî Syaibah dan Thabarânî yang masyhur, Hazrat Abu Hurairah berkata: Rasul Termulia صلى الله عليه وسلم memerintahkan aku: "Undanglah lebih dari seratus orang fakir dari kalangan Muhajirin yang menjadikan Shuffah Masjid yang mulia sebagai tempat tinggal!" Aku pun mencari dan mengumpulkan mereka. Sebuah nampan makanan diletakkan untuk kami semua. Kami makan sekehendak kami, lalu bangkit. Sebagaimana keadaan mangkuk itu ketika diletakkan, demikian pula ia tetap penuh; hanya bekas jari-jari yang tampak pada makanan.

Demikianlah, Hazrat Abu Hurairah mengabarkannya atas nama seluruh Ahli Shuffah yang kâmil, dengan bersandar pada pembenaran mereka. Berarti, secara maknawi hal itu bersifat pasti seakan-akan seluruh Ahli Shuffah meriwayatkannya. Lagi pula, mungkinkah — seandainya kabar itu tidak benar dan tidak lurus — orang-orang yang jujur lagi kâmil itu berdiam diri dan tidak mendustakannya?