Risale-i NurAl-Maktubat

Contoh Pertama

Al-Maktubat · hlm. 157

Allâmah dari Maghrib, Qâdhî 'Iyâdh, dalam kitab asy-Syifâ' asy-Syarîf, dengan sanad yang mulia dan melalui berbagai jalur periwayatan, menyebutkan bahwa Sa'd Ibn Abî Waqqâsh—pelayan dan salah seorang panglima Rasul Termulia صلى الله عليه وسلم, panglima tertinggi tentara Islam pada masa Umar, penakluk Persia, dan termasuk sepuluh orang yang diberi kabar gembira dengan surga—berkata:

Dalam Perang Uhud aku berada di sisi Rasul Termulia صلى الله عليه وسلم. Pada hari itu Rasul Termulia صلى الله عليه وسلم melepaskan anak-anak panah ke arah kaum kafir hingga busurnya patah. Kemudian beliau memberikan anak-anak panah itu kepadaku. Beliau berkata: "Panahkanlah!" Beliau memberikan anak-anak panah tanpa nashl, yakni yang tak memiliki bulu-bulu penyeimbang yang membantu panah melesat. Dan beliau memerintahkanku: "Panahkanlah!" Aku pun memanahkannya. Panah itu melesat bagai panah yang berbulu, dan menancap pada tubuh kaum kafir. Dalam keadaan demikian, sebuah anak panah mengenai mata Qatâdah Ibn Nu'mân, mencungkil keluar matanya, hingga biji matanya turun ke atas wajahnya. Rasul Termulia صلى الله عليه وسلم mengambil mata itu dengan tangannya yang penuh berkah dan penuh penyembuhan, meletakkannya kembali ke rongga semula, dan mata itu pun sembuh seakan tak pernah terjadi apa-apa, bahkan menjadi yang terindah dari kedua matanya. Peristiwa ini sangat masyhur. Bahkan seorang cucu Qatâdah, ketika datang menghadap Umar Ibn Abdul Azîz, memperkenalkan dirinya demikian—yakni: "Aku adalah cucu dari seseorang yang matanya yang telah tercungkil keluar diletakkan kembali ke tempatnya oleh Rasul Termulia صلى الله عليه وسلم, lalu seketika sembuh; dan mata itu justru menjadi yang paling indah"—dalam bentuk syair,

{(Catatan Kaki): اَنَا ابْنُ الَّذ۪ى سَالَتْ عَلَى الْخَدِّ عَيْنُهُ ٭ فَرُدَّتْ بِكَفِّ الْمُصْطَفٰى اَحْسَنَ الرَّدِّ فَعَادَتْ كَمَا كَانَتْ ِلاَوَّلِ اَمْرِهَا ٭ فَيَا حُسْنَ مَا عَيْنٍ وَيَا حُسْنَ مَا رَدّ } ia sampaikan kepada Umar; dengan syair itulah ia mengenalkan dirinya.

Dan telah dikabarkan dengan periwayatan yang sahih bahwa: Dalam perang yang disebut Yaum Dzî Qarad, sebuah anak panah mengenai wajah Abû Qatâdah yang masyhur. Rasul Termulia صلى الله عليه وسلم mengusapnya dengan tangannya yang penuh berkah. Abû Qatâdah berkata: "Sama sekali dan sekali-kali aku tidak merasakan sakitnya, tidak pula melihat nanahnya."