Enam Pertanyaan (Es'ile-i Sitte)
Al-Maktubat · hlm. 499
[Untuk menjaga diri dari kebencian dan penghinaan yang akan datang di masa depan, lampiran rahasia ini ditulis. Yakni ditulis agar tatkala dikatakan "Cih, kepada orang-orang tanpa semangat di abad itu!", ludah tak mengenai wajah kami, atau untuk menyekanya.
Semoga telinga tuli para pemimpin biadab Eropa yang bertopeng cinta kemanusiaan itu berdenging!.. Dan semoga ia ditusukkan ke mata buta para zalim tak berperikeadilan yang menyerbukan para bengis tak berhati nurani ini kepada kami! Dan ini adalah suatu petisi yang ditulis untuk dipukulkan ke kepala para pemuja "peradaban tanpa-mim" (medeniyet tanpa huruf mim — sindiran bahwa peradaban itu merosot menjadi kehinaan) yang dari seratus ribu segi membuat orang berkata "Hidup neraka!" di abad ini.]
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّح۪يمِوَمَا لَنَٓا اَلاَّ نَتَوَكَّلَ عَلَى اللّٰهِ وَقَدْ هَدٰينَا سُبُلَنَا وَلَنَصْبِرَنَّ عَلٰى مَٓا اٰذَيْتُمُونَا وَعَلَى اللّٰهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُتَوَكِّلُونَ
Akhir-akhir ini serangan tersembunyi ahli ilhad mengambil rupa yang amat buruk; dari jenis serangan zalim dan tak beragama yang mereka lakukan kepada banyak ahli iman malang; terhadapku, di sebuah tempat ibadah pribadi dan tak resmi yang kuperbaiki sendiri, dalam ibadah pribadiku bersama satu-dua saudara khusus, azan dan iqamat kami yang tersembunyi diusik. Dikatakan: "Mengapa kalian beriqamat dengan bahasa Arab dan mengumandangkan azan secara sembunyi?" Kesabaranku dalam diam pun habis. Bukan kepada orang-orang hina tak berhati nurani yang tak layak diajak bicara; melainkan kepada para kepala komite bermental firaun yang bermain-main dengan nasib bangsa dan penindasan sewenang-wenang, kukatakan: Wahai ahli bidah dan ilhad!.. Aku meminta jawaban atas enam pertanyaanku.