Jawaban
Al-Maktubat · hlm. 60
Mereka akan terpengaruh menurut derajat masing-masing. Sebagaimana para malaikat terpengaruh menurut keadaan mereka sendiri di dalam tajalli-tajalli qahriyah, demikian pula mereka terpengaruh. Sebagaimana seorang manusia, ketika berada di tempat yang hangat, jika ia menyaksikan orang-orang yang menggigil di luar dalam salju dan badai, ia pun terpengaruh dari sisi akal dan nurani; demikian pula: isyarat-isyarat Al-Qur'an menunjukkan bahwa arwah kekal yang berkesadaran, karena mereka bertaut dengan alam semesta, akan terpengaruh menurut derajat masing-masing oleh peristiwa-peristiwa agung alam semesta; dan bahwa ahli azab memiliki perasaan yang penuh kepedihan, sedangkan ahli kebahagiaan memiliki perasaan takjub dan heran, bahkan dari satu sisi perasaan penuh kegembiraan menyambut kabar suka. Karena Al-Qur'an Yang Mahabijaksana senantiasa menyebutkan keajaiban-keajaiban kiamat dalam bentuk ancaman. Ia berfirman: "Kalian akan menyaksikan..." Padahal orang-orang yang menyaksikannya dengan jasad insani ialah mereka yang sempat mencapai (masa) kiamat. Berarti, arwah yang jasad-jasadnya membusuk di dalam kubur pun memiliki bagian dari ancaman Al-Qur'an itu.