Jawaban
Al-Maktubat · hlm. 63
Said Lama sembilan-sepuluh tahun yang silam sedikit terjun ke dalam politik. Ia lelah dengan sia-sia dengan anggapan, "Barangkali melalui perantaraan politik aku akan berkhidmat kepada agama dan ilmu".. dan ia melihat bahwa jalan itu meragukan, penuh kesulitan, dan bagiku merupakan sesuatu yang berlebihan di luar urusanku, lagi pula ia adalah jalan yang menghalangi khidmat yang paling diperlukan serta penuh bahaya. Kebanyakannya adalah kedustaan, dan ada kemungkinan menjadi alat bagi jari permainan orang asing tanpa disadari. Lagi pula, orang yang terjun ke politik, ia bisa jadi menjadi pihak yang sejalan atau menjadi pihak yang menentang. Jika ia menjadi pihak yang sejalan; mengingat aku bukanlah pegawai dan bukan pula wakil rakyat, maka berpolitik bagiku merupakan perkara yang berlebihan lagi tak berguna. Tidak ada keperluan kepadaku sehingga aku turut campur dengan sia-sia. Jika aku masuk ke dalam politik yang menentang, aku akan turut campur, entah dengan pikiran atau dengan kekuatan. Jika dengan pikiran, tidak ada keperluan kepadaku. Sebab persoalan-persoalan telah menjadi jelas; setiap orang mengetahuinya sebagaimana aku. Menggerakkan dagu dengan sia-sia tidaklah bermakna. Jika aku menentang dengan kekuatan dan dengan menimbulkan huru-hara, maka demi suatu maksud yang pencapaiannya meragukan, ada kemungkinan terjerumus ke dalam ribuan dosa. Disebabkan seorang saja, banyak orang jatuh ke dalam bala. Lagi pula, terjerumus ke dalam dosa-dosa berdasarkan satu-dua kemungkinan dari sepuluh kemungkinan, serta menjerumuskan orang-orang yang tak berdosa ke dalam dosa — hati nuraniku tidak menerimanya — maka Said Lama meninggalkan surat-surat kabar, politik, dan perbincangan duniawi-politis, bersama dengan rokok. Saksi yang pasti atas hal ini: sejak waktu itu, selama delapan tahun, satu surat kabar pun tidak pernah aku baca dan tidak pula aku dengarkan. Hendaklah ada seorang tampil dan mengatakan bahwa aku pernah membacanya atau mendengarkannya. Padahal delapan tahun yang silam, dalam sehari barangkali delapan surat kabar dibaca oleh Said Lama. Lagi pula, selama lima tahun keadaanku diawasi dengan segenap kesaksamaan. Barangsiapa melihat suatu percikan yang berbau politik, hendaklah ia mengatakannya. Padahal bagi seorang manusia yang mudah tersulut seperti aku, yang dengan dustur اِنَّمَا الْح۪يلَةُ ف۪ى تَرْكِ الْحِيَلِ menemukan tipu daya terbesar di dalam ketiadaan tipu daya, seorang yang tak kenal takut lagi tak terikat — jangankan delapan tahun, bahkan delapan hari pun satu pikirannya takkan tersembunyi. Seandainya ia memiliki selera dan hasrat terhadap politik, niscaya — tanpa menyisakan keperluan akan penyelidikan dan penelitian — ia akan bergema laksana peluru meriam.