Jawaban
Al-Maktubat · hlm. 111
Kekuasaan duniawi itu memperdaya. Sedangkan Ahlul Bait ditugaskan untuk menjaga hakikat-hakikat Islam dan hukum-hukum Al-Qur'an. Orang yang memegang khilafah dan kekuasaan haruslah maksum seperti Nabi, atau memiliki kezuhudan hati yang luar biasa seperti Khulafâ Râsyidîn, Umar ibn Abdulaziz dari Bani Umayyah, dan Mahdi dari Bani Abbas, agar tidak terperdaya. Padahal Khilafah Daulah Fathimiyah yang terbentuk atas nama Ahlul Bait di Mesir, Pemerintahan Muwahhidîn di Afrika, dan Daulah Safawi di Iran menunjukkan bahwa: kekuasaan duniawi tidak cocok bagi Ahlul Bait, ia membuat mereka melupakan tugas asli mereka, yaitu menjaga agama dan berkhidmat kepada Islam. Sebaliknya, ketika mereka meninggalkan kekuasaan, mereka telah berkhidmat kepada Islam dan Al-Qur'an dengan cara yang cemerlang dan tinggi.
Maka lihatlah! Para quthub yang berasal dari keturunan Hazrat Hasan — khususnya Aqthâb Arba'ah (empat quthub) dan terutama Ghauts Agung, yaitu Syaikh Abdul Qâdir al-Jailânî — serta para imam yang berasal dari keturunan Hazrat Husain — khususnya Zainal Âbidîn dan Ja'far ash-Shâdiq — masing-masing telah menjadi bagaikan seorang mahdi maknawi, yang mengusir kezaliman dan kegelapan maknawi, serta menyebarkan cahaya-cahaya Al-Qur'an dan hakikat-hakikat iman. Mereka menunjukkan bahwa mereka adalah para pewaris datuk mereka yang paling mulia صلى الله عليه وسلم.