Jawaban
Al-Maktubat · hlm. 149
Mukjizat-mukjizat yang muncul dari tangan beliau terbagi dua bagian. Sebagian ditampakkan di tangan Hazrat Nabi صلى الله عليه وسلم untuk membenarkan kenabian. Hanîn al-jidz' termasuk jenis ini, yang muncul semata-mata sebagai hujjah bagi pembenaran kenabian; ia tampak guna menambah iman kaum mukmin, menggiring kaum munafik kepada keikhlasan dan iman, serta membawa kaum kafir kepada iman. Karena itu, setiap orang — awam maupun khawas — menyaksikannya, dan penyebarannya pun mendapat perhatian yang besar. Adapun mukjizat makanan dan mukjizat air, keduanya lebih merupakan karâmah daripada sekadar mukjizat, bahkan lebih merupakan ikram (pemuliaan) daripada karâmah, bahkan lebih merupakan suatu jamuan Rahmâniyah yang dilandasi kebutuhan daripada ikram. Karena itu, sekalipun ia adalah bukti bagi dakwah kenabian sekaligus sebuah mukjizat; namun maksud yang pokok ialah: Tatkala pasukan menderita kelaparan; sebagaimana Allah menciptakan seribu batman kurma dari sebutir biji, Dia pun menjamu seribu orang dari satu shâ' makanan yang berasal dari perbendaharaan gaib. Dan kepada pasukan mujahid yang kehausan, Dia mengalirkan air bagai air kautsar dari jari-jemari sang panglima teragung صلى الله عليه وسلم, lalu memberi mereka minum. Demikianlah, karena rahasia inilah maka setiap satu contoh dari mukjizat makanan dan mukjizat air tidak mencapai derajat hanîn al-jidz'. Akan tetapi, jenis dan macam dari kedua mukjizat itu, dari segi keseluruhannya, adalah mutawâtir dan berlimpah sebagaimana hanîn al-jidz'. Lagi pula, tidak setiap orang dapat menyaksikan keberkahan makanan itu dan mengalirnya air dari jari-jemari beliau; mereka hanya menyaksikan bekas-bekasnya. Sedangkan tangisan tiang itu didengar oleh setiap orang. Karena itulah ia lebih tersebar luas.