Jawaban
Al-Maktubat · hlm. 150
Jawaban bagi bagian yang pertama: telah disebutkan pada Asas Ketiga dari Isyarat Keempat. Adapun jawaban bagi bagian yang kedua ialah: Sebagaimana seseorang, apabila membutuhkan obat, ia pergi kepada tabib; untuk soal ukur-mengukur ia pergi kepada insinyur lalu menukil darinya; masalah syariat, keterangannya diperoleh dari mufti, dan demikian seterusnya... Begitu pula, di kalangan Sahabat, sebagian dari para ulama Sahabat secara maknawi diberi tugas untuk mengajarkan hadis-hadis Nabi صلى الله عليه وسلم kepada abad-abad yang akan datang. Mereka mencurahkan segenap kekuatan untuk itu. Ya, Hazrat Abû Hurairah mempersembahkan seluruh hidupnya untuk menghafal hadis; sedangkan Hazrat Umar sibuk dengan dunia politik dan khilafah yang agung. Karena itu, dalam hal mengajarkan hadis kepada umat, ia bersandar kepada tokoh-tokoh seperti Abû Hurairah, Anas, dan Jâbir; sehingga ia sendiri sedikit meriwayatkan. Lagi pula, manakala seorang tokoh masyhur dari kalangan Sahabat yang shiddîq, shadûq, shâdiq, lagi mushaddaq — yakni jujur, sangat jujur, benar, dan dibenarkan — telah mengabarkan suatu peristiwa melalui satu jalur; maka dikatakanlah "cukup", dan tidak lagi diperlukan penukilan dari orang lain. Karena itu, sebagian peristiwa penting hanya sampai melalui dua atau tiga jalur.