Jawaban
Al-Maktubat · hlm. 210
Al-Qur'an al-Hakîm memiliki satu jenis kemukjizatan terhadap tiap-tiap lapisan. Dan dengan suatu cara, ia membuat wujud kemukjizatannya terasa. Misalnya: terhadap lapisan ahli balâghah dan fasâhah, ia memperlihatkan kemukjizatannya dalam balâghah yang luar biasa. Dan terhadap lapisan ahli syair dan retorika; ia memperlihatkan kemukjizatan uslub badî' yang menakjubkan, indah, lagi tinggi. Uslub itu, sekalipun menyenangkan hati setiap orang, tiada seorang pun mampu menirunya. Berlalunya masa tiada menua-nuakan uslub itu; ia senantiasa muda dan segar. Ia adalah suatu prosa yang teratur sekaligus sajak yang terurai, yang tinggi sekaligus manis. Dan terhadap lapisan para dukun dan pemberi kabar gaib, ia memperlihatkan kemukjizatannya dalam kabar-kabar gaib yang luar biasa. Dan terhadap lapisan ahli sejarah dan ulama peristiwa-peristiwa dunia, ia memperlihatkan kemukjizatannya dalam kabar-kabar dan peristiwa umat-umat terdahulu serta keadaan dan kejadian masa depan, alam barzakh, dan alam ukhrawi yang termuat dalam Al-Qur'an. Dan terhadap lapisan ulama kemasyarakatan manusia dan ahli politik, ia memperlihatkan kemukjizatannya dalam undang-undang suci Al-Qur'an. Ya, syariat agung yang keluar dari Al-Qur'an itu memperlihatkan rahasia kemukjizatan tersebut. Dan terhadap lapisan yang menekuni pengetahuan-pengetahuan Ilahi dan hakikat-hakikat kosmis, ia memperlihatkan kemukjizatan dalam hakikat-hakikat suci Ilahi yang termuat dalam Al-Qur'an, atau membuat wujud kemukjizatan itu terasa. Dan terhadap ahli tarekat dan wilâyah, Al-Qur'an memperlihatkan kemukjizatannya dalam rahasia ayat-ayatnya yang senantiasa berombak-ombak bagai lautan, dan demikian seterusnya... Terhadap tiap-tiap lapisan dari empat puluh lapisan, ia membuka sebuah jendela dan memperlihatkan kemukjizatannya.
Bahkan terhadap lapisan awam yang hanya memiliki telinga dan memahami makna sekadarnya, si pemilik telinga membenarkan bahwa dengan dibacakannya Al-Qur'an, ia tiada menyerupai kitab-kitab lain. Dan orang awam itu berkata: "Entah Al-Qur'an ini lebih rendah daripada segenap kitab yang pernah kami dengar. Namun ini, tiada seorang musuh pun dapat mengatakannya, lagi pula mustahil seratus derajat. Kalau begitu, ia berada di atas segenap kitab yang pernah didengar. Kalau begitu, ia adalah mukjizat." Maka, kemukjizatan yang dipahami oleh orang awam bertelinga ini akan kami jelaskan sekadarnya untuk menolongnya. Yakni demikian:
Tatkala Al-Qur'an Mu'jizul Bayân tampil ke hadapan, ia menantang seluruh alam dan membangkitkan dua perasaan yang dahsyat dalam diri manusia: