Jawaban
Al-Maktubat · hlm. 35
وَالْعِلْمُ عِنْدَ اللّٰهِ Hikmah yang luhur (hikmet-i âliye) yang diperlihatkan oleh Sang Khâliq Yang Mahabijaksana pada segala sesuatu — bahkan dengan menyematkan hikmah-hikmah yang teramat besar pada satu benda kecil sekalipun — memberikan isyarat hingga ke derajat penegasan (tashrîh) bahwa: Bola Bumi tidaklah menggambar suatu lingkaran raksasa secara serampangan lagi sia-sia. Melainkan ia berputar mengelilingi sesuatu yang penting, dan menggambar serta menampakkan lingkaran keliling (dâirah muhîthah) dari medan yang teragung; ia berkeliling di sekitar suatu gelanggang pameran yang agung (masyhar azîm), lalu menyerahkan hasil-hasil maknawinya kepada gelanggang itu — yang kelak akan dipertontonkan di gelanggang tersebut di hadapan pandangan sekalian manusia (enzâr-ı nâs). Berarti, di dalam suatu lingkaran keliling yang mendekati dua puluh lima ribu tahun (perjalanan), berdasarkan riwayat, dengan kawasan Syâm yang Mulia (Syâm-ı Syarîf) berkedudukan sebagai sebutir benih, akan dibentangkan suatu Medan Hasyr yang memenuhi lingkaran itu. Seluruh hasil maknawi Bola Bumi dikirimkan ke catatan-catatan dan lauh-lauh (papan-papan) medan itu — yang untuk saat ini berada di bawah tabir gaib — dan kelak ketika medan itu dibuka, ia akan mencurahkan pula para penghuninya ke medan itu; dan hasil-hasil maknawi itu pun akan berpindah dari alam gaib ke alam syahâdah. Ya, Bola Bumi — berkedudukan sebagai sebuah ladang, sebuah mata air, dan sebuah takaran — telah memberikan hasil sebanyak yang akan memenuhi medan teragung itu; makhluk-makhluk yang akan memadatinya telah mengalir darinya, dan ciptaan-ciptaan (masnû'ât) yang akan mengisinya telah keluar darinya. Berarti Bola Bumi adalah sebutir benih, sedangkan Medan Hasyr — beserta segala isinya — adalah sebatang pohon, setangkai bulir (sünbül), dan sebuah perbendaharaan (khazanah). Ya, sebagaimana sebuah titik bercahaya (nûrânî), dengan kecepatan gerakannya, menjadi sebuah garis bercahaya atau sebuah lingkaran; demikian pula Bola Bumi, dengan gerakannya yang cepat lagi penuh hikmah, menjadi sebab bagi terwujudnya (temessül) suatu lingkaran wujud, dan — beserta hasil-hasil lingkaran wujud itu — bagi terbentuknya suatu Medan Hasyr Teragung (meydan-ı haşr-i ekber). قُلْ اِنَّمَا الْعِلْمُ عِنْدَ اللّٰهِ اَلْبَاق۪ى هُوَ الْبَاق۪ى
Said Nursî