Risale-i NurAl-Maktubat

Jawaban

Al-Maktubat · hlm. 437

— Ini jawaban yang indah — Karena kemuliaan adalah milik kemukjizatan Al-Qur'an dan bukan milikku, tanpa segan kukatakan: pada umumnya demikian. Karena: Kalimat yang ditulis bukan bayangan melainkan pembenaran; bukan penyerahan melainkan iman; bukan makrifat melainkan kesaksian, penyaksian; bukan taklid melainkan tahkik; bukan komitmen melainkan keyakinan; bukan tasawuf melainkan hakikat; bukan dakwaan melainkan bukti di dalam dakwaan.

Hikmah rahasia ini adalah: di zaman dahulu, asas imani terpelihara, penyerahan kuat. Pada cabang-cabangnya, makrifat para arif — sekalipun tanpa dalil — penjelasannya diterima, mencukupi. Namun di zaman ini, karena kesesatan ilmiah telah mengulurkan tangan ke asas dan rukun, Zat Dzul-Jalâl — Yang Mahabijaksana lagi Rahîm yang mengaruniakan obat yang layak bagi setiap derita — mengaruniakan salah satu kilau perumpamaan Al-Qur'an al-Karîm, yang merupakan manifestasi kemukjizatan paling cemerlang, kepada tulisanku tentang khidmat Al-Qur'an, sebagai kasih sayang terhadap kelemahan dan kefakiranku. Segala puji bagi Allah, dengan teropong rahasia perumpamaan, hakikat terjauh ditunjukkan amat dekat. Dan dengan segi kesatuan rahasia perumpamaan, persoalan yang paling berserakan dikumpulkan. Dan dengan tangga rahasia perumpamaan, hakikat tertinggi dicapai dengan mudah. Dan dengan jendela rahasia perumpamaan; terhasillah suatu keyakinan imani yang dekat dengan penyaksian terhadap hakikat gaib dan asas Islam. Sebagaimana akal beserta waham dan khayal, bahkan nafsu dan hawa terpaksa menyerah, setan pun terpaksa menyerahkan senjata.