Jawaban
Al-Maktubat · hlm. 445
Jawaban pertanyaan ini, dengan amat sempurna dan jelas, ada dalam kitab-kitab hadis. Kami hanya akan menyebutkan satu-dua nuktah tentang mazhab dan jalan kami. Yaitu:
Pertama: pada suatu surat telah diterangkan bahwa medan mahsyar berada di orbit tahunan bola Bumi, dan bahwa bola Bumi kini mengirim hasil maknawinya ke papan-papan medan itu; sebagaimana dengan gerak tahunannya ia menjadi perwujudan suatu lingkaran wujud, dan dengan hasil lingkaran wujud itu menjadi permulaan bagi terbentuknya medan mahsyar; dan sebagaimana bahtera rabbani yang disebut bola Bumi ini mengosongkan Neraka Sughra di pusatnya ke Neraka Kubra, ia pun akan mengosongkan penghuninya ke medan mahsyar.
Kedua: pada Kelimat Kesepuluh dan Kedua Puluh Sembilan terutama, dan pada Kalimat lain, wujud medan kebangkitan itu beserta kepastiannya telah dibuktikan secara amat pasti.
Ketiga: adapun perjumpaan, pada Kelimat Keenam Belas serta pada Kelimat Ketiga Puluh Satu dan Ketiga Puluh Dua telah dibuktikan secara pasti bahwa suatu tokoh, dengan rahasia kebercahayaan, dapat berada di ribuan tempat dalam satu menit dan berjumpa dengan jutaan orang.
Keempat: sebagaimana Allah mengenakan pakaian fitri kepada makhluk berruh selain manusia; mengenakan pakaian fitri — telanjang dari pakaian buatan — di medan mahsyar adalah tuntutan nama Hakîm. Hikmah pakaian buatan di dunia tak terbatas pada perlindungan dari dingin dan panas, hiasan, serta menutup aurat; melainkan salah satu hikmah pentingnya berkedudukan sebagai suatu fihris dan daftar yang mengisyaratkan tasarruf, hubungan, dan kepemimpinan manusia atas jenis lain. Jika tidak, Ia dapat mengenakan pakaian fitri yang mudah dan murah. Karena jika hikmah ini tak ada; manusia yang membalut tubuhnya dengan berbagai kain rombeng, dalam pandangan hewan berkesadaran dan dibandingkan mereka, menjadi bahan tertawaan, secara maknawi membuat mereka tertawa. Di medan mahsyar, hikmah dan hubungan itu tak ada. Daftar itu pun semestinya tak ada.
Kelima: adapun pembimbing, bagi mereka yang masuk ke bawah cahaya Al-Qur'an sepertimu, adalah Al-Qur'an. Pandanglah awal الٓمٓ, الٓرٰ, dan حٰمٓ, lalu pahami; lihatlah betapa Al-Qur'an adalah pemberi syafaat yang diterima, pembimbing yang benar, dan cahaya yang suci!
Keenam: adapun pakaian ahli surga dan ahli neraka, dustur yang diterangkan pada Kelimat Kedua Puluh Delapan tentang bidadari yang mengenakan tujuh puluh perhiasan berlaku pula di sini. Yaitu:
Seorang manusia ahli surga tentu berhasrat memanfaatkan setiap jenis surga setiap waktu. Surga memiliki jenis keindahan yang amat beragam. Setiap waktu ia bersentuhan dengan seluruh jenis surga. Jika demikian, ia mengenakan contoh keindahan surga dalam ukuran kecil kepada dirinya dan bidadarinya. Ia sendiri dan bidadarinya berkedudukan sebagai surga-surga kecil. Sebagaimana seorang manusia mengumpulkan jenis bunga yang tersebar di suatu negeri di kebun contoh kecilnya, dan seorang pedagang mengumpulkan contoh seluruh barangnya dalam suatu daftar, dan seorang manusia menjadikan contoh jenis makhluk yang ia tasarrufi, kuasai, dan hubungi sebagai pakaian dan perlengkapan rumahnya; demikian pula: seorang manusia ahli surga, terutama jika ia telah beribadah dengan seluruh indra dan piranti maknawinya serta meraih kelayakan akan kelezatan surga; kepadanya dan bidadarinya, oleh rahmat Ilahi, akan dikenakan suatu bentuk pakaian yang akan menyenangkan setiap indranya, membelai setiap pirantinya, melezatkan setiap latifahnya, dan menunjukkan suatu keindahan dari setiap jenis surga. Dalil bahwa perhiasan yang beragam itu bukan dari satu jenis adalah hadis yang bermakna: "Bidadari, meski mengenakan tujuh puluh perhiasan, sumsum betis mereka tampak, tak tertutup." Artinya, mulai dari perhiasan teratas hingga perhiasan terbawah, ada tingkatan yang akan melezatkan dan menyenangkan perasaan serta indra dengan keindahan yang berbeda-beda dan cara yang berbeda-beda. Adapun ahli neraka; sebagaimana di dunia ia berbuat dosa dengan matanya, telinganya, kalbunya, tangannya, akalnya, dan demikianlah dengan seluruh pirantinya; tentu di neraka mengenakan pakaian yang dibuat dari potongan-potongan beragam jenis — yang akan memberi derita dan azab sesuai perbuatan mereka, dan menjadi neraka kecil — tak tampak berlawanan dengan hikmah dan keadilan.