Jawaban
Al-Maktubat · hlm. 447
Setelah Nabi Ismâîl Alaihissalâm tidak ada nas yang qath'î (pasti). Yang bukan berasal dari nenek moyangnya, hanya datang dua nabi bernama Khâlid ibn Sinân dan Hanzhalah. Akan tetapi syair Ka'b ibn Lu'ayy dari nenek moyang Nabi صلى الله عليه وسلم — yang masyhur, jelas, dan bercorak penegasan tegas — yakni ucapannya: عَلٰى غَفْلَةٍ يَاْتِى النَّبِىُّ مُحَمَّدٌ ❊ فَيُخْبِرُ اَخْبَارًا صَدُوقًا خَب۪يرُهَا, menyerupai suatu perkataan yang bernuansa mukjizat dan bercorak kenabian. Imam Rabbânî, dengan bersandar pada dalil sekaligus kasyaf, berkata: Di India telah datang banyak nabi. Namun sebagian mereka ada yang sama sekali tidak memiliki umat, atau karena terbatas hanya pada beberapa orang saja maka tidak menjadi masyhur, atau tidak diberi nama nabi. Maka berdasarkan kaidah Imam ini, mungkin saja terdapat nabi jenis ini dari kalangan nenek moyang Nabi صلى الله عليه وسلم.