Jenis Doa Pertama
Al-Maktubat · hlm. 349
Dengan lisan kesiapan (istidad): seluruh biji-bijian dan benih berdoa kepada Sang Fâthir Yang Mahabijaksana dengan lisan kesiapan: "Demi menunjukkan ukiran asma-Mu secara terperinci, berilah kami pertumbuhan dan perkembangan, ubahlah hakikat kecil kami menjadi bulir dan menjadi hakikat besar sebuah pohon."
Dan salah satu jenis doa dengan lisan kesiapan ini adalah: berhimpunnya sebab-sebab merupakan suatu doa bagi penciptaan akibat. Yakni: sebab-sebab mengambil suatu posisi yang menjadi lisan keadaan, lalu memohon dan meminta akibat dari Sang Qadîr Dzul-Jalâl. Misalnya: air, panas, tanah, dan cahaya mengambil suatu posisi di sekeliling sebuah benih, dan posisi itu adalah suatu lisan doa: "Jadikanlah benih ini pohon, wahai Khâliq kami!" Karena pohon — yang merupakan mukjizat kudrat yang luar biasa — tak dapat diserahkan kepada bahan-bahan yang tak berkesadaran, mati, dan sederhana itu; penyerahannya adalah kemustahilan. Artinya, berhimpunnya sebab-sebab adalah semacam doa.