Kedua
Al-Maktubat · hlm. 169
Yaitu Muhallim bin Jutsamah, yang telah membunuh Amir bin Azbath secara khianat. Padahal Amir itu telah diangkat oleh Rasul Termulia صلى الله عليه وسلم sebagai komandan untuk berjihad dan berperang, lalu diutus bersama satu pasukan. Muhallim pun turut serta bersamanya. Ketika kabar pengkhianatan ini sampai kepada Rasul Termulia صلى الله عليه وسلم, beliau murka. Beliau memanjatkan doa keburukan seraya bersabda: اَللّٰهُمَّ لاَ تَغْفِرْ لِمُحَلِّمِ Tujuh hari kemudian, Muhallim itu mati. Mereka membaringkannya ke dalam kubur, namun kubur itu melemparkannya keluar. Berapa kali pun mereka meletakkannya, bumi tiada mau menerimanya. Kemudian mereka terpaksa; dibuatlah sebuah dinding yang kokoh di antara dua batu, dan dengan cara demikian ia disembunyikan di bawah tanah.