Kedua
Al-Maktubat · hlm. 170
Salman al-Farisi, dahulunya adalah budak orang-orang Yahudi. Para tuannya menuntut banyak hal untuk memerdekakannya. Mereka berkata: "Engkau akan dimerdekakan dengan menanam tiga ratus bibit kurma hingga ia berbuah, serta menyerahkan empat puluh uqiyah emas." Ia pun datang kepada Rasul Termulia صلى الله عليه وسلم dan menuturkan keadaannya. Rasul Termulia صلى الله عليه وسلم dengan tangannya sendiri menanam tiga ratus bibit di sekitar Madinah. Hanya satu bibit saja yang ditanam oleh orang lain. Dalam tahun itu juga, seluruh bibit yang ditanam oleh Rasul Termulia صلى الله عليه وسلم berbuah. Hanya satu-satunya yang ditanam orang lain itu yang tiada berbuah. Rasul Termulia صلى الله عليه وسلم mencabutnya, lalu menanamnya kembali. Maka ia pun berbuah. Kemudian beliau mengoleskan air liur mulutnya pada sebongkah emas sebesar telur ayam, berdoa, lalu menyerahkannya kepada Salman. Beliau berkata: "Pergilah, berikanlah kepada orang-orang Yahudi itu." Salman al-Farisi pergi dan menyerahkan empat puluh uqiyah dari emas itu kepada mereka; namun emas yang sebesar telur ayam itu tetap utuh seperti semula. Peristiwa ini adalah kejadian mukjizat yang paling penting dalam perjalanan hidup Hazret Salman nan suci. Para imam yang terpercaya lagi autentik periwayatannya telah mengabarkannya.