Keenam
Al-Maktubat · hlm. 174
Kepada Zainab, putri Ummul Mukminin Ummu Salamah dan putri tiri Rasul Termulia صلى الله عليه وسلم, tatkala ia masih kecil, Rasul Termulia صلى الله عليه وسلم memercikkan air wudu ke wajahnya sebagai wujud kasih sayang. Setelah tersentuh air itu, keelokan dan kecantikan Zainab menjadi menakjubkan, hingga ia menjadi seorang yang jelita nan rupawan.
Selain rincian-rincian seperti ini, masih banyak contoh lainnya. Sebagian besarnya diriwayatkan oleh para imam hadis. Sekalipun kita mengandaikan setiap rincian ini sebagai khabar ahad lagi lemah, kesemuanya tetap berkedudukan sebagai mutawatir maknawi, yang menunjukkan suatu mukjizat Ahmadiyah صلى الله عليه وسلم yang mutlak. Sebab, apabila suatu peristiwa diriwayatkan dengan berbagai bentuk yang berbeda-beda dan banyak, maka terjadinya peristiwa asli itu menjadi pasti. Sekalipun masing-masing bentuk riwayatnya lemah, ia tetap membuktikan peristiwa aslinya. Umpamanya:
Terdengar sebuah suara gemuruh. Sebagian orang berkata bahwa rumah si fulan telah runtuh; yang lain mengatakan rumah lain yang runtuh; yang lainnya lagi menyebut rumah yang berbeda pula; dan seterusnya... Setiap riwayat itu bisa jadi merupakan khabar ahad, lemah, bahkan menyalahi kenyataan. Akan tetapi peristiwa aslinya, yaitu bahwa sebuah rumah telah runtuh, itu pasti; dalam hal itu semuanya sepakat. Padahal keenam rincian yang kami bicarakan ini; kesemuanya sahih, dan sebagiannya bahkan telah mencapai derajat kemasyhuran. Andaikata kita menganggap masing-masingnya lemah, sebagaimana dalam perumpamaan itu ada sebuah rumah mutlak yang telah runtuh, maka pada keseluruhan rincian tersebut, ia tetap secara pasti menunjukkan adanya suatu mukjizat Ahmadiyah صلى الله عليه وسلم yang mutlak.
Demikianlah, mukjizat Rasul Termulia صلى الله عليه وسلم yang terang-benderang itu, secara pasti terdapat pada setiap jenisnya. Adapun rincian-rinciannya, ia adalah bentuk-bentuk atau contoh-contoh dari mukjizat yang universal lagi mutlak itu. Sebagaimana tangan, jari-jari, air liur, napas, dan ucapan Rasul Termulia صلى الله عليه وسلم — yakni doanya — menjadi sumber bagi banyak mukjizat, maka demikian pula, segenap lathifah, indra, serta perangkat Rasul Termulia صلى الله عليه وسلم yang lain menjadi wahana bagi banyak keajaiban. Kitab-kitab sirah dan sejarah telah menerangkan keajaiban-keajaiban itu; dan mereka telah menunjukkan bahwa pada perilaku (sirah), rupa, serta indra-indranya terdapat banyak bukti kenabian.