Risale-i NurAl-Maktubat

Ketiga

Al-Maktubat · hlm. 10

Engkau telah mengirimkan sebuah hadiah kepadaku. Engkau hendak merusak salah satu kaidahku yang teramat penting. Aku tidak berkata: "Sebagaimana tiada kuterima dari saudara dan keponakanku, Abdülmecid dan Abdurrahman, maka darimu pun tidak akan kuterima." Karena engkau lebih maju daripada mereka dan lebih dekat kepada ruhku, maka sekalipun hadiah setiap orang ditolak, hadiahmu — untuk sekali ini saja — tidaklah ditolak. Akan tetapi, sehubungan dengan ini, akan kuungkapkan rahasia kaidahku itu. Yaitu demikian:

Said Lama tiada mau berutang budi. Daripada masuk ke bawah tanggungan budi, ia lebih memilih kematian. Sekalipun menanggung amat banyak kesukaran dan kepayahan, ia tidak merusak kaidahnya. Adapun perangai Said Lama yang tinggal sebagai warisan pada saudaramu yang papa ini, bukanlah suatu kezuhudan yang dibuat-buat dan istighna (sikap merasa cukup diri lagi tiada meminta-minta) yang palsu, melainkan bersandar pada empat-lima sebab yang sungguh-sungguh.