Khâtimah
Al-Maktubat · hlm. 358
Karena Sang Khâliq alam semesta ini menciptakan pada setiap jenis satu individu yang istimewa, sempurna, dan mencakup, lalu menjadikannya sumber kebanggaan dan kesempurnaan jenis itu; tentu Ia akan menciptakan, dengan tajalli ism a'zam dari asma-Nya, satu individu yang istimewa dan sempurna dibandingkan seluruh alam semesta. Sebagaimana ada satu ism a'zam dalam asma-Nya, akan ada pula satu individu paling sempurna dalam makhluk-Nya, yang menghimpun kesempurnaan yang tersebar ke alam semesta pada individu itu, dan menjadikannya pusat pandangan-Nya. Individu itu bagaimanapun akan dari golongan yang hidup. Karena yang paling sempurna dari jenis alam semesta adalah yang hidup. Dan bagaimanapun individu itu di antara yang hidup akan dari yang berkesadaran. Karena yang paling sempurna dari jenis yang hidup adalah yang berkesadaran. Dan bagaimanapun individu tunggal itu akan dari manusia. Karena yang siap akan kemajuan tak terhingga di antara yang berkesadaran adalah manusia. Dan di antara manusia, bagaimanapun individu itu adalah Muhammad صلى الله عليه وسلم. Karena dari zaman Adam hingga kini, tak ada sejarah mana pun yang dapat menunjukkan individu seperti dia, dan tak akan dapat. Sebab tokoh itu, dengan mengambil separuh bola Bumi dan seperlima jenis manusia ke bawah kesultanan maknawinya, melangsungkan kesultanan maknawinya dengan kemegahan sempurna selama seribu tiga ratus lima puluh tahun, dan menjadi seorang "Guru Semesta" bagi seluruh ahli kesempurnaan dalam segala jenis hakikat. Dengan kesepakatan kawan dan lawan, ia memiliki derajat tertinggi akhlak yang baik. Pada permulaan urusannya, seorang diri ia menantang seluruh dunia. Seorang tokoh yang menunjukkan Al-Qur'an yang mukjizat penjelasannya — yang menjadi wirid lisan lebih dari seratus juta manusia pada setiap menit — tentu ia individu istimewa itu, tak ada yang lain selain dia. Ia adalah benih sekaligus buah alam ini. عَلَيْهِ وَعَلٰٓى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ اَلصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ بِعَدَدِ اَنْوَاعِ الْكَائِنَاتِ وَ مَوْجُودَاتِهَا
Maka mendengarkan maulid dan mi'raj tokoh seperti ini — yakni mendengar permulaan dan puncak kemajuannya, yakni mengetahui riwayat hidup maknawinya — pahamilah betapa suatu perhelatan agung keagamaan yang penuh cita rasa, kebanggaan, cahaya, kesukaan, dan kebaikan bagi kaum mukmin yang menganggap tokoh itu sebagai pemimpin, tuan, imam, dan pemberi syafaat mereka...
Yâ Rabb! Demi kehormatan Kekasih Termulia صلى الله عليه وسلم dan demi hak ism a'zam, jadikanlah kalbu para penyebar risalah ini beserta kawan-kawan mereka meraih cahaya-cahaya iman, dan pena mereka penyebar rahasia-rahasia Qur'ani, serta berilah mereka keistikamahan di jalan yang lurus. Âmîn. سُبْحَانَكَ لاَ عِلْمَ لَنَٓا اِلاَّ مَا عَلَّمْتَنَٓا اِنَّكَ اَنْتَ الْعَل۪يمُ الْحَك۪يمُ اَلْبَاق۪ى هُوَ الْبَاق۪ى
Said Nursî