Langkah Pertama
Al-Maktubat · hlm. 536
Sebagaimana diisyaratkan ayat فَلاَ تُزَكُّٓوا اَنْفُسَكُمْ: tak menyucikan diri (tazkiyatun nafs). Karena manusia, menurut tabiat dan fitrahnya, mencintai nafsunya. Bahkan, pertama-tama dan pada dirinya, ia hanya mencintai zatnya sendiri, mengorbankan segala hal lain demi nafsunya. Ia memuji nafsunya dengan cara yang layak bagi Sang Mabud. Ia menyucikan dan membersihkan nafsunya dari cela dengan penyucian yang layak bagi Sang Mabud. Sedapat mungkin ia tak memandang cela layak bagi dirinya dan tak menerimanya. Ia membela nafsunya dengan keras seolah menyembahnya. Bahkan ia menyalurkan piranti dan bakat yang dititipkan dalam fitrahnya dan diberikan kepadanya untuk memuji dan menyucikan Mabud Hakiki, kepada nafsunya sendiri, sehingga ia menjadi tempat penampakan rahasia مَنِ اتَّخَذَ اِلٰهَهُ هَوٰيهُ. Ia melihat dirinya, mengandalkan dirinya, mengagumi dirinya. Maka pada tingkat dan langkah ini, penyucian dan pembersihannya adalah: tak menyucikannya dan tak membersihkannya.