Risale-i NurAl-Maktubat

Maqam Pertama

Al-Maktubat · hlm. 49

Pertanyaan ini terselesaikan dengan penjelasan suatu rahasia wilâyah yang halus. Yaitu demikian:

Wilâyah para sahabat adalah suatu wilâyah yang disebut wilâyah kubrâ, yang datang dari warisan nubuwwah, yang tanpa menempuh jalan barzakh langsung beralih dari yang zahir menuju hakikat, serta memandang kepada tersingkapnya kedekatan Ilahiah (akrabiyat Ilahiah); suatu jalan wilâyah yang meskipun sangat pendek namun sangat tinggi. Keajaibannya sedikit, tetapi keutamaannya banyak. Kasyaf dan karâmah tampak sedikit padanya. Adapun karâmah para wali, sebagian besarnya bukanlah atas kehendak sendiri (ikhtiyârî). Dari arah yang tak diduga-duga, muncullah suatu keajaiban darinya sebagai karunia Ilahi. Sebagian besar kasyaf dan karâmah ini pun, pada masa perjalanan ruhani (seyr u suluk), ketika mereka melewati barzakh tarekat, karena telah melepaskan diri satu derajat dari kemanusiaan biasa, menjadi tempat kemunculan keadaan-keadaan yang menyalahi kebiasaan. Adapun para sahabat, berkat pantulan (in'ikas), tarikan (inzijâb), dan iksir dari persahabatan (suhbah) dengan nubuwwah, tidaklah berkewajiban menempuh lingkaran besar perjalanan ruhani dalam tarekat. Dalam satu langkah dan satu persahabatan, mereka dapat beralih dari yang zahir menuju hakikat. Misalnya: Sebagaimana untuk mencapai Lailatul Qadar malam kemarin terdapat dua jalan: