Masalah Kelima
Al-Maktubat · hlm. 580
adalah jawaban penting atas pertanyaan "Dapatkah orang yang hanya mengucapkan "Lâ ilâha illallâh" tanpa mengucapkan "Muhammadur Rasûlullâh" menjadi ahli keselamatan?"
Keenam: menjelaskan sebab penyebutan ungkapan-ungkapan buruk dalam perdebatan dengan setan pada Pembahasan Pertama. Dan dengan suatu perumpamaan penting, ia menyudutkan hizib setan ke posisi yang paling sempit, paling mustahil, dan paling dibenci. Dengan menguasai medan atas nama Hizbul Qur'an, ia menunjukkan bahwa setiap keadaan Ahmadi صلى الله عليه وسلم, setiap perangai Muhammadi صلى الله عليه وسلم, setiap sikap Nabawi صلى الله عليه وسلم — menurut perumpamaan kuat itu — berkedudukan sebagai suatu mukjizat, dan membuktikan kenabiannya.
Ketujuh: untuk meneguhkan kekuatan maknawi sebagian sahabat yang menjauh dari kami karena waswas dan menghindari kerugian, dan (menunjukkan) mereka yang menarik diri dari khidmat kami dengan maksud tertentu lalu menerima tamparan berupa kebalikan maksud mereka, dengan tujuh contoh kecil dari banyak contoh; ia menunjukkan bahwa mereka yang meninggalkan parit pertahanannya lalu lari, lebih banyak terluka.
Kedelapan: adalah jawaban yang amat penting, penuh ibrah, dan penuh cita rasa atas pertanyaan dahsyat dan penuh silat lidah ini: "Seluruh lataif manusiawi meminta bagiannya dari setiap lafaz Qur'ani, zikir, dan tasbih. Jika maknanya tak diketahui, tak diperoleh bagian; kalau begitu bukankah lebih baik jika diterjemahkan?" Lafaz Qur'ani dan Nabawi صلى الله عليه وسلم bukanlah busana yang beku dan tanpa ruh bagi makna; melainkan kulit yang hidup dan membawa limpahan. Jika suatu jasad hidup dikuliti, tentu ia mati. Dan ia menunjukkan bahwa kemukjizatan dan îjâz (keringkasan padat) dalam lafaz Qur'ani yang berbahasa nahwi menghalangi terjemahan hakiki.
Kesembilan: adalah jawaban penting dan menakjubkan atas pertanyaan "Dapatkah ada ahli wilayah di luar lingkup ahli hak yaitu Ahlus Sunnah wal Jamaah?"
Kesepuluh: adalah suatu dustur penting bagi para sahabat yang berjumpa dan ingin berjumpa dengan Said yang malang ini, yang berada dalam khidmat Al-Qur'an al-Hakîm.