Mukadimah
Al-Maktubat · hlm. 136
Maklum bahwa peristiwa-peristiwa yang terjadi di tengah orang banyak, bila dinukilkan secara âhâd (perorangan) sekalipun, apabila tidak didustakan, ia menunjukkan kebenarannya. Karena pada fitrah manusia terdapat kecenderungan bawaan (jibillî) untuk mengatakan bahwa dusta itu dusta. Terlebih lagi bila mereka adalah para sahabat yang, lebih daripada kaum mana pun, tidak akan berdiam diri terhadap dusta; terlebih lagi bila peristiwa-peristiwa itu berkaitan dengan Rasul Termulia صلى الله عليه وسلم, dan terutama bila yang menukilkannya termasuk sahabat-sahabat termasyhur; sudah pasti pemilik khabar wâhid itu meriwayatkannya dalam kedudukan mewakili jamaah yang menyaksikan peristiwa tersebut. Padahal mukjizat-mukjizat air yang akan kami bahas sekarang ini — setiap contohnya melalui banyak jalur (tarîk), dari tangan banyak sahabat — telah diambil oleh ribuan muhaqqiq dari kalangan Tabiin; lalu mereka serahkan dengan utuh ke tangan para mujtahid abad kedua. Mereka pun, dengan kesungguhan dan penghormatan yang sempurna, menerimanya, lalu menyerahkannya ke tangan para muhaqqiq abad sesudah mereka. Setiap generasi, melewati ribuan tangan yang kuat, terus mengalir hingga sampai ke abad kita. Selain itu, kitab-kitab hadis yang ditulis pada Masa Kebahagiaan diwariskan dengan utuh, hingga sampai ke tangan para imam jenius ilmu hadis seperti Bukhârî dan Muslim. Mereka pun, dengan tahqiq yang sempurna, memilah-milah tingkatan-tingkatannya, mengumpulkan yang kesahihannya tak diragukan, lalu mengajarkannya dan menyuguhkannya kepada kita. جَزَاهُمُ اللّٰهُ خَيْرًا كَث۪يرًا
Nah, mengalirnya air dari jari-jemari Rasul Termulia صلى الله عليه وسلم yang penuh berkah dan diminumkannya kepada banyak sekali orang, adalah mutawatir. Ia dinukilkan oleh suatu jamaah yang mustahil bersepakat atas dusta. Mukjizat ini amat pasti (qath'î). Dan ia terulang tiga kali, dalam tiga perkumpulan besar. Terutama suatu jamaah ahli sahih yang banyak sekali — seperti Bukhârî, Muslim, Imam Mâlik, Imam Syu'aib, dan Imam Qatâdah — dari kalangan sahabat, terutama dari suatu jamaah sahabat termasyhur seperti pelayan Nabi صلى الله عليه وسلم, Anas, serta Jâbir dan Ibnu Mas'ûd, telah menjelaskan dengan riwayat sahih yang qath'î perihal mengalirnya air secara melimpah dari jari-jemari beliau dan diminumkannya kepada bala tentara. Dari jenis mukjizat air ini, dari sekian banyak contohnya, akan kami paparkan sembilan contoh.