Risale-i NurAl-Maktubat

Nuktah Kedua

Al-Maktubat · hlm. 350

Pengaruh doa amat besar. Terutama jika doa memperoleh sifat menyeluruh lalu berlanjut; ia umumnya membuahkan hasil, bahkan bersifat tetap. Bahkan dapat dikatakan: salah satu sebab penciptaan alam adalah doa. Yakni, setelah penciptaan alam semesta, doa agung dari jenis manusia — dan di puncaknya Alam Islam, dan di puncaknya Muhammad al-Arabî صلى الله عليه وسلم — adalah suatu sebab penciptaan alam. Yakni: Sang Khâliq Alam mengetahui bahwa di masa depan tokoh itu akan memohon, atas nama jenis manusia bahkan atas nama seluruh makhluk, suatu kebahagiaan abadi dan suatu pencapaian asma Ilahi; Ia menerima doa yang akan datang itu, lalu menciptakan alam semesta. Karena doa memiliki kepentingan dan keluasan yang sedemikian agung; mungkinkah sama sekali bahwa selama seribu tiga ratus lima puluh tahun, pada setiap waktu, tiga ratus juta dari jenis manusia, serta tokoh-tokoh mulia yang tak terhitung dari jin, manusia, malaikat, dan ruhaniah, dengan sepakat memanjatkan doa tentang Zat Muhammadi صلى الله عليه وسلم — demi rahmat Ilahi yang teragung, kebahagiaan abadi, dan tercapainya maksud — lalu tak dikabulkan? Mungkinkah dengan cara apa pun doa-doa itu ditolak?

Karena ia telah memperoleh sedemikian besar sifat menyeluruh, keluasan, dan keberlanjutan hingga sampai ke derajat lisan kesiapan dan kebutuhan fitri; tentulah Zat Muhammad al-Arabî صلى الله عليه وسلم, sebagai hasil doa, berada pada suatu maqam dan martabat yang — seandainya seluruh akal berhimpun menjadi satu akal — tak dapat meliputi hakikat maqam itu sepenuhnya.

Maka wahai Muslim! Pada hari mahsyar engkau memiliki pemberi syafaat seperti ini. Untuk menarik syafaat pemberi syafaat ini kepada dirimu, ikutilah Sunnahnya!