Risale-i NurAl-Maktubat

Peristiwa Keempat

Al-Maktubat · hlm. 181

Imam Thabarani dan Abu Nu'aim dalam Dalâil an-Nubuwwah mengabarkan dari Nu'man bin Basyir bahwa: Zaid bin Kharijah tiba-tiba terjatuh di pasar lalu wafat. Kami membawanya ke rumah. Antara Maghrib dan Isya, saat para perempuan menangis di sekitarnya, tiba-tiba ia berkata اَنْصِتُوا اَنْصِتُوا "Diamlah!" Kemudian dengan lisan yang fasih ia berkata مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللّٰهِ اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ يَا رَسُولَ اللّٰهِ, berbicara sejenak. Lalu kami memandang, ternyata ia telah wafat tak bernyawa.

Nah, jika jenazah yang tak bernyawa membenarkan risalah beliau, sedang yang bernyawa tak membenarkan; sudah pasti para pendurhaka yang bernyawa itu lebih tak bernyawa daripada yang tak bernyawa, dan lebih mati daripada yang mati.

Adapun khidmah dan penampakan malaikat kepada Rasul Termulia صلى الله عليه وسلم, serta iman dan ketaatan jin kepadanya, adalah mutawatir. Ia ditegaskan dengan nas Al-Qur'an dan banyak ayat. Pada Perang Badar, lima ribu malaikat — dengan nas Al-Qur'an — di barisan depan, laksana para sahabat, berkhidmah kepadanya dan menjadi tentara. Bahkan malaikat-malaikat itu, di antara para malaikat, memperoleh kemuliaan laksana Ahli Badar. Pada masalah ini ada dua sisi: