Peristiwa Ketujuh
Al-Maktubat · hlm. 187
— Dengan riwayat sahih — orang-orang Yahudi, dengan niat jahat (upaya pembunuhan), pada saat hendak menjatuhkan sebuah batu besar dari atas ke tempat Rasul Termulia صلى الله عليه وسلم duduk, pada saat itu juga Rasul Termulia صلى الله عليه وسلم bangkit dengan penjagaan Ilahi; maka gagallah upaya pembunuhan itu.
Banyak lagi peristiwa seperti tujuh contoh ini. Terutama Imam Bukhari, Imam Muslim, dan para imam ahli hadis meriwayatkan dari Aisyah bahwa: Setelah ayat وَاللّٰهُ يَعْصِمُكَ مِنَ النَّاسِ turun, sesekali beliau bersabda kepada orang-orang yang menjaga Rasul Termulia صلى الله عليه وسلم: يَٓا اَيُّهَا النَّاسُ انْصَرِفُوا فَقَدْ عَصَمَن۪ى رَبّ۪ى عَزَّ وَجَلَّ Yakni: "Tidak perlu ada penjagaan, Rabb-ku telah menjaga aku."
Maka risalah ini pun, dari awal hingga di sini, menunjukkan bahwa: setiap jenis dari alam semesta ini, setiap alamnya, mengenal Rasul Termulia صلى الله عليه وسلم dan terkait dengan beliau. Pada setiap jenis makhluk alam, tampaklah mukjizat-mukjizat beliau. Artinya, Zat Ahmadiyah صلى الله عليه وسلم itu adalah petugas dan utusan Allah Yang Mahabenar — namun dari sisi bahwa Dia Khâliq alam semesta, dan dengan gelar Rabb bagi seluruh makhluk. Ya, sebagaimana seorang petugas besar lagi inspektur milik seorang raja dikenal dan diketahui oleh setiap departemen; departemen mana pun yang ia masuki, terjalinlah hubungan dengannya. Sebab ia mengemban suatu jabatan atas nama raja seluruhnya. Seandainya, misalnya, ia hanya seorang inspektur peradilan, maka ketika itu ia hanya berhubungan dengan departemen peradilan; departemen-departemen lain tidak begitu mengenalnya. Dan jika ia inspektur kemiliteran, departemen sipil tidak mengenalnya. Demikian pula, dapat dipahami bahwa di seluruh departemen kesultanan Ilahi — mulai dari malaikat hingga lalat dan laba-laba — setiap golongan mengenal dan mengetahui beliau, atau diberi tahu tentang beliau. Artinya, beliau adalah Khâtam al-Anbiyâ dan Rasul Rabb sekalian alam صلى الله عليه وسلم. Dan risalah beliau memiliki cakupan yang mengatasi seluruh para nabi.