Pertanyaan
Al-Maktubat · hlm. 410
Kepada setiap orang yang datang mengunjungimu, engkau berkata: "Janganlah kalian mengharapkan suatu himmah dari pribadiku dan janganlah menganggap pribadiku diberkahi. Aku bukan pemilik maqam. Bagai seorang prajurit biasa menyampaikan perintah maqam panglima, aku pun menyampaikan perintah suatu maqam kepanglimaan maknawi. Lagi pula bagai seorang yang bangkrut menjadi penyeru toko intan dan permata yang amat berharga dan kaya; aku pun penyeru sebuah toko suci lagi Qur'ani." demikian engkau berkata. Padahal "sebagaimana akal kami membutuhkan ilmu, kalbu kami pun menginginkan suatu limpahan, ruh kami menginginkan suatu cahaya, dan demikianlah kami menginginkan banyak hal dari banyak segi. Kami menyangkamu orang yang berguna bagi hajat kami, lalu datang mengunjungimu. Kami membutuhkan pemilik wilayah, pemilik himmah, dan pemilik kesempurnaan, lebih dari seorang alim. Jika hakikat keadaan seperti yang engkau katakan, kami salah datang mengunjungimu." demikian lisan keadaan mereka berkata.