Risale-i NurAl-Maktubat

Pertanyaan

Al-Maktubat · hlm. 331

Bagaimana dan dengan cara apa tarbiah penuh kasih sayang, tadbir penuh maslahat, dan pemuliaan penuh kecintaan — yang dituntut oleh nama Rahîm, Hakîm, dan Wadûd, yang termasuk asma Ilahi teragung — dapat diselaraskan dengan kematian dan ketiadaan yang mengerikan dan menakutkan, dengan kefanaan dan perpisahan, dengan musibah dan kepayahan? Baiklah, karena manusia pergi menuju kebahagiaan abadi, kita anggap baik bahwa ia melintasi jalan kematian; namun terhadap jenis-jenis pepohonan dan tetumbuhan serta bunga-bunga yang lembut, halus, dan hidup ini, dan terhadap golongan-golongan hewan yang layak akan wujud, cinta akan kehidupan, dan rindu akan kekekalan — dalam pembinasaan mereka secara terus-menerus tanpa menyisakan satu pun, dalam pemusnahan mereka dengan sangat cepat tanpa memberi mereka membuka mata, dalam mempekerjakan mereka dengan susah payah tanpa memberi mereka bernapas, dalam mengubah keadaan mereka dengan musibah tanpa membiarkan satu pun beristirahat, dalam mematikan mereka tanpa mengecualikan satu pun, dalam kefanaan mereka tanpa satu pun tinggal tetap, dan dalam perpisahan mereka tanpa satu pun merasa senang — kasih sayang dan belas apakah yang ada, hikmah dan maslahat apakah yang terdapat, kurnia dan rahmat apakah yang dapat bersemayam?