Reşha Kesembilan
Al-Maktubat · hlm. 233
Dan engkau tahu: seorang kecil, dengan kehormatan kecil, di tengah jemaah kecil, dalam masalah kecil, pada perkara yang diperdebatkan, tak dapat mengucapkan suatu dusta kecil — namun memalukan — tanpa rasa malu dan tanpa gentar, di hadapan musuh-musuhnya, tanpa menampakkan kegugupan dan kepanikan yang membuat tipuannya terasa. Kini lihatlah sosok ini: dalam tugas yang teramat besar, sebagai pengemban tugas yang teramat besar, dengan kehormatan yang teramat besar, dalam keadaan yang teramat memerlukan keamanan, di tengah jemaah yang teramat besar, di hadapan permusuhan yang teramat besar, pada masalah-masalah yang teramat besar, dalam dakwaan yang teramat besar, dengan kebebasan yang teramat besar, tanpa gentar, tanpa ragu, tanpa malu, tanpa gugup, dengan kejernihan yang tulus, dengan kesungguhan yang besar, mengucapkan kata-kata yang menyentuh urat-urat lawannya secara keras lagi luhur — mungkinkah ada kepalsuan pada kata-katanya itu? Mungkinkah tercampur tipuan? Sekali-kali tidak! اِنْ هُوَ اِلاَّ وَحْىٌ يُوحٰى Ya, kebenaran tak menipu, yang berpandangan hakikat tak tertipu. Mazhab yang haq tak butuh tipuan; khayal mana yang berani hadir di depan mata yang berpandangan hakikat, sehingga tampak sebagai hakikat lalu menipu?