Risale-i NurAl-Maktubat

Reşha Pertama

Al-Maktubat · hlm. 229

Ada tiga pengenal agung nan menyeluruh yang memperkenalkan Rabb kita kepada kita. Yang pertama: kitab alam raya ini, yang sebagian kesaksiannya telah kita dengar melalui tiga belas kilau dari Pelajaran Ketiga Belas Risalah Nur. Yang lain: ayat teragung dari kitab besar ini, yaitu Penutup para Nabi صلى الله عليه وسلم. Yang lain lagi: Al-Qur'an Yang Mahaagung. Kini kita harus mengenal dan menyimak bukti bertutur yang kedua ini, yaitu Penutup para Nabi صلى الله عليه وسلم.

Ya, pandanglah kepribadian maknawi bukti itu: permukaan bumi sebuah masjid, Mekah sebuah mihrab, Madinah sebuah mimbar… Nabi kita صلى الله عليه وسلم, bukti yang terang itu, menjadi imam bagi seluruh ahli iman, penceramah bagi seluruh manusia, pemimpin bagi seluruh nabi, penghulu bagi seluruh wali, dan pemimpin zikir sebuah lingkaran yang tersusun dari seluruh nabi dan wali… sebuah pohon bercahaya yang seluruh nabi adalah akarnya yang hidup, dan seluruh wali adalah buahnya yang segar; yang setiap dakwaannya dibenarkan dan ditandatangani oleh seluruh nabi yang bersandar pada mukjizat mereka, dan seluruh wali yang berpegang pada karamah mereka. Sebab ia berkata dan mendakwakan "Lâ ilâhe illâllah". Seluruh pezikir bercahaya yang berbaris di kanan dan kiri — yakni di masa lampau dan masa depan — mengulang kalimat yang sama, dan dengan berijmak, secara maknawi berkata "Engkau benar dan Engkau menuturkan dengan haq". Waham mana yang berani menyisipkan jari ke dalam sebuah dakwaan yang dikukuhkan dengan tanda tangan tak terhitung semacam ini?