Sebab Pertama
Al-Maktubat · hlm. 427
Sebelum dan pada awal Perang Dunia yang lalu, dalam suatu kejadian yang benar aku melihat bahwa aku berada di bawah Gunung Ağrı yang masyhur yang disebut Gunung Ararat. Tiba-tiba gunung itu meletus dahsyat. Ia menyebarkan pecahannya sebesar gunung ke seluruh penjuru dunia. Dalam kengerian itu kulihat bahwa almarhumah ibuku di sisiku. Kukatakan: "Ibu, jangan takut! Ini perintah Allah; Ia Rahîm dan Hakîm." Tiba-tiba dalam keadaan itu, kulihat seorang tokoh penting berkata kepadaku secara memerintah: "Terangkan kemukjizatan Al-Qur'an." Aku terbangun, kupahami bahwa akan terjadi suatu letusan besar. Setelah letusan dan perubahan itu, benteng-benteng di sekeliling Al-Qur'an akan hancur. Al-Qur'an akan membela dirinya secara langsung. Dan Al-Qur'an akan diserang, kemukjizatannya akan menjadi baju besinya. Dan untuk menampakkan salah satu jenis kemukjizatan ini di zaman ini — di luar kadarku — seorang seperti aku akan menjadi calon; dan aku pahami bahwa aku calonnya.
Karena kemukjizatan Al-Qur'an sampai derajat tertentu telah diterangkan dengan Kalimat. Tentu menampakkan inayah dalam khidmat kami — yang masuk ke hitungan kemukjizatan itu dan yang merupakan tetesan serta berkahnya — adalah bantuan bagi kemukjizatan, dan perlu ditampakkan.