Risale-i NurAl-Maktubat

Sebuah Kisah yang Penuh Ibrah

Al-Maktubat · hlm. 316

Di antara suku-suku badui, suku Hasenan memiliki dua kabilah yang saling bermusuhan. Meski masing-masing telah membunuh mungkin lebih dari lima puluh orang dari yang lain, tatkala sebuah kabilah seperti suku Sipkan atau Hayderan muncul di hadapan mereka, kedua kelompok yang bermusuhan itu melupakan permusuhan lama, lalu berdiri bahu-membahu, dan tak mengingat permusuhan internal hingga mereka menolak suku dari luar itu.

Maka wahai kaum mukmin! Tahukah kalian, ada berapa banyak musuh — sebanyak kabilah — yang telah mengambil posisi menyerang terhadap suku ahli iman? Ada lebih dari seratus lingkaran, laksana lingkaran-lingkaran di dalam lingkaran. Sementara kalian wajib bersatu padu terhadap masing-masingnya, saling bergandengan tangan dan mengambil posisi bertahan; maka memudahkan serangan mereka dan seakan membuka pintu-pintu agar mereka masuk ke kawasan suci Islam — yaitu berupa fanatisme golongan yang penuh niat buruk dan keras kepala yang penuh permusuhan — apakah dengan cara apa pun pantas bagi ahli iman? Musuh-musuh dalam lingkaran itu, mulai dari ahli kesesatan dan penyimpangan, hingga alam kaum kufur, hingga kepada malapetaka dan bencana dunia — ada mungkin tujuh puluh macam musuh yang mengambil posisi merugikan terhadap kalian di dalam satu sama lain, yang memandang kalian dengan amarah dan ketamakan satu demi satu. Terhadap semua ini, senjata, perisai, dan benteng kalian yang kuat adalah: ukhuwah Islamiah. Ketahuilah dan sadarlah, betapa mengguncang benteng Islam ini dengan permusuhan-permusuhan kecil dan dalih-dalih remeh, adalah hal yang bertentangan dengan hati nurani dan bertentangan dengan maslahat Islam!..

Dalam hadis-hadis mulia telah datang bahwa tokoh-tokoh mengerikan lagi berbahaya yang akan menjadi kepala kemunafikan dan kezindikan di akhir zaman — seperti Sufyan dan Dajjal — dengan memanfaatkan ketamakan dan perpecahan Islam serta umat manusia, akan mengaduk-aduk umat manusia dengan kekuatan yang kecil, dan menawan Alam Islam yang besar.

Wahai ahli iman! Jika kalian tak ingin masuk ke dalam ketertawanan dalam kehinaan, gunakanlah akal kalian! Masuklah ke dalam benteng suci اِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ اِخْوَةٌ terhadap para pelaku zalim yang memanfaatkan perselisihan kalian; berlindunglah. Jika tidak, kalian tak dapat memelihara kehidupan kalian, tak pula membela hak-hak kalian. Telah dimaklumi bahwa tatkala dua pahlawan saling bergumul, seorang anak kecil pun dapat memukul keduanya. Jika dua gunung saling berimbang di sebuah timbangan, sebutir batu kecil dapat merusak keseimbangan keduanya dan mempermainkannya; yang satu diangkat ke atas, yang lain diturunkan ke bawah. Maka wahai ahli iman! Oleh hawa nafsu dan keberpihakan kalian yang penuh permusuhan, kekuatan kalian menjadi hampa, dan kalian dapat digilas dengan kekuatan yang kecil. Jika kalian masih peduli pada kehidupan sosial kalian, jadikanlah dustur luhur اَلْمُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ الْمَرْصُوصِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا sebagai dustur kehidupan; selamatkanlah diri kalian dari kesengsaraan duniawi dan kecelakaan ukhrawi!..