Surat Keenam Belas
Al-Maktubat · hlm. 569
Ia menafsirkan suatu rahasia ayat اَلَّذ۪ينَ قَالَ لَهُمُ النَّاسُ اِنَّ النَّاسَ قَدْ جَمَعُوا لَكُمْ فَاخْشَوْهُمْ فَزَادَهُمْ ا۪يمَانًا وَ قَالُوا حَسْبُنَا اللّٰهُ وَنِعْمَ الْوَك۪يلُ, berkaitan dengan suatu peristiwa yang menimpaku, dengan "Lima Titik".
Titik Pertama: tentang bahwa khidmat Al-Qur'an yang hak dan hakiki secara pasti mencegahku dari politik yang pada masa kini kebanyakan terdiri atas kebohongan serta merupakan bidah dan kesesatan.
Titik Kedua: karena bekerja sungguh-sungguh untuk kehidupan abadi dan berkhidmat kepada Al-Qur'an dengan jalan yang tak merugikan dan lurus tentu menuntut menarik diri dari gejolak politik, maka kami tak memandang (politik) — bukan karena memandang baik kesalahan dan gerak ahli dunia, melainkan agar tak mengeruhkan kalbu kami.
Titik Ketiga: menerangkan suatu sebab penting kesabaranku menghadapi tekanan berat dan musibah yang menimpaku, dengan dua peristiwa.
Titik Keempat: adalah jawaban atas pertanyaan penuh waswas ahli dunia. Dalam jawaban itu, karena terpaksa, ia menerangkan beberapa inayah Ilahi — sebagai suatu karamah tentang khidmat Al-Qur'an — yang terlihat dengan mata tentang kami dan tak dapat diingkari dari segi mana pun.
Titik Kelima: adalah jawaban yang akan membungkam sepenuhnya kaidah-kaidah penuh bidah yang ditawarkan ahli dunia kepadaku dengan kezaliman berlapis.