Risale-i NurAl-Maktubat

Surat Kesembilan Belas

Al-Maktubat · hlm. 571

Adalah tentang Mukjizat Ahmadiyah صلى الله عليه وسلم. Ia menerangkan lebih dari tiga ratus mukjizat. Sebagaimana risalah ini menerangkan mukjizat risalah Ahmadiyah صلى الله عليه وسلم, ia sendiri pun adalah suatu karamah dari mukjizat itu, yang menjadi luar biasa dengan tiga-empat macam.

Pertama: Meskipun ia merupakan nukilan dan riwayat, dan lebih dari seratus lima puluh halaman (catatan kaki: menurut naskah aslinya), ia disusun secara hafalan tanpa merujuk kitab, di sudut-sudut gunung dan kebun, dalam waktu tiga-empat hari, dengan syarat bekerja dua-tiga jam setiap hari, sehingga seluruhnya dalam dua belas jam — suatu peristiwa luar biasa yang menjadi suatu percikan karamah dari Mukjizat Ahmadiyah صلى الله عليه وسلم dalam risalah ini.

Kedua: Risalah ini, meskipun panjang, menulisnya tak membosankan dan membacanya tak kehilangan kemanisannya. Ia membawa ahli pena yang malas ke suatu semangat dan gairah sedemikian sehingga; pada masa yang penuh kesempitan dan kebosanan ini, dalam setahun ditulis hampir tujuh puluh naskah di sekitar kami. Ia memberi keyakinan kepada mereka yang mengetahuinya bahwa ia adalah suatu karamah dari mukjizat risalah.

Ketiga: Pada naskah-naskah yang ditulis oleh orang yang belum mahir dan tak tahu tentang tawâfuq — dan sebelum tawâfuq itu tampak pada kami — terlihat bahwa kata "Rasul Termulia صلى الله عليه وسلم" dalam seluruh risalah, dan kata "Al-Qur'an" pada bagian kelimanya, bertawâfuq (catatan kaki: menurut naskah aslinya) dengan cara sedemikian sehingga; orang yang memiliki keadilan sekecil zarah tak dapat menisbatkannya pada kebetulan. Siapa yang melihatnya, menghukumi dengan pasti bahwa: "Ini adalah suatu rahasia gaib, suatu karamah Mukjizat Ahmadiyah صلى الله عليه وسلم."

Asas-asas di awal risalah ini amat penting. Dan hadis-hadis dalam risalah ini, selain hampir seluruhnya diterima dan sahih menurut para imam hadis, menerangkan peristiwa-peristiwa risalah yang paling pasti.

Jika perlu menyebutkan seluruh keistimewaan risalah itu, perlu menulis suatu karya sebesar risalah itu; karena itu kami serahkan kepada mereka yang rindu untuk membacanya sekali.