Yang Kedua
Al-Maktubat · hlm. 180
Sebagian imam penting seperti Imam Baihaqi dan Imam Ibnu Adiy mengabarkan dari Anas bin Malik, katanya: seorang perempuan tua memiliki seorang putra tunggal, tiba-tiba ia wafat. Perempuan salehah itu sangat berduka, ia berkata: "Wahai Rabb! Demi ridha-Mu, demi baiat dan khidmah kepada Rasul Termulia صلى الله عليه وسلم, aku telah berhijrah dan datang ke sini. Kembalikanlah putra tunggalku yang menjamin ketenteraman hidupku, demi kehormatan Rasul itu." Anas berkata: orang yang telah mati itu bangkit, lalu makan bersama kami.
Nah, yang mengisyaratkan dan mengungkapkan peristiwa menakjubkan ini adalah bait Imam Bushiri dalam Qasidah Burdah berikut: لَوْ نَاسَبَتْ قَدْرَهُ اٰيَاتُهُ عِظَمًا ❊ اَحْيَى اسْمُهُ ح۪ينَ يُدْعٰى دَارِسَ الرِّمَمِ Yakni: "Seandainya tanda-tandanya menampakkan keagungan dan keterterimaannya sekadar kadar kemuliaannya; niscaya bukan hanya yang baru mati, bahkan tulang-belulang yang telah lapuk pun dapat dihidupkan dengan namanya."