Yang Kedua
Al-Maktubat · hlm. 500
Dengan keberanian kalian sampai derajat mematahkan dan meremehkan dustur "kebebasan hati nurani" — yang hampir secara umum berlaku pada jenis manusia, terutama di abad kebebasan ini dan khususnya dalam lingkup peradaban — dan dengan demikian menghina jenis manusia serta menganggap sepi keberatannya, pada kekuatan apa kalian bersandar? Kekuatan apa yang kalian miliki sehingga, sementara kalian memberi diri kalian nama "sekuler (lâdinî)" dan memaklumkan tak mengusik agama maupun ketakberagamaan; namun dengan cara menjadikan ketakberagamaan sebagai suatu agama bagi diri kalian secara fanatik, serangan terhadap agama dan ahli agama seperti ini tentu tak akan tersembunyi! Ia akan ditanyakan dari kalian!.. Jawaban apa yang akan kalian berikan? Sementara kalian tak mampu bertahan menghadapi keberatan dari yang terkecil dari dua puluh pemerintahan, bagaimana kalian berupaya merusak kebebasan hati nurani secara paksa, seakan menganggap sepi keberatan dua puluh pemerintahan sekaligus?