Yang Kedua
Al-Maktubat · hlm. 48
Menunjukkan jalan keselamatan kepada orang-orang yang kebingungan dengan memperlihatkan sebuah cahaya.
Aku memperhatikan bahwa terhadap yang dua puluh itu, delapan puluh orang menggenggam gada di tangan mereka. Padahal terhadap delapan puluh orang yang malang lagi kebingungan itu, cahaya tidak diperlihatkan sebagaimana mestinya. Kalaupun diperlihatkan, karena di satu tangan terdapat tongkat sekaligus cahaya, ia menjadi tidak meyakinkan. Orang yang kebingungan itu pun cemas seraya berkata, "Jangan-jangan ia hendak memikatku dengan cahaya, lalu memukulku dengan gada?" Terlebih lagi, terkadang ketika gada itu patah karena suatu kendala, cahaya itu pun turut terbang lenyap atau padam.
Adapun rawa itu adalah kehidupan sosial umat manusia yang bejat, yang lalai, lagi menjadikan kesesatan sebagai kebiasaannya. Orang-orang mabuk itu adalah para pembangkang yang menikmati kelezatan dalam kesesatan. Adapun orang-orang yang kebingungan itu adalah mereka yang membenci kesesatan tetapi tak mampu keluar darinya; mereka ingin selamat, namun tak menemukan jalan.. mereka adalah orang-orang yang kebingungan. Adapun gada-gada itu adalah arus-arus politik. Adapun cahaya-cahaya itu adalah hakikat-hakikat Al-Qur'an. Terhadap cahaya, orang tidak akan berkelahi; terhadapnya, orang tidak akan memusuhi. Tak ada yang membencinya kecuali semata-mata setan yang terkutuk. Maka aku pun, demi menggenggam cahaya Al-Qur'an, berkata "A'ûdzu billâhi minasy-syaithâni was-siyâsah" (aku berlindung kepada Allah dari setan dan dari politik), lalu kubuang gada politik itu dan dengan kedua tanganku aku berpegang erat pada cahaya. Aku melihat bahwa dalam arus-arus politik — baik pada pihak yang sepaham maupun pihak yang menentang — terdapat para pecinta cahaya-cahaya itu. Pelajaran Al-Qur'an yang diberikan dan cahaya-cahaya Al-Qur'an yang diperlihatkan pada suatu maqam yang jauh berada di atas segala arus politik dan sikap keberpihakan, serta yang bersih lagi suci dari pandangan-pandangan mereka yang penuh maksud buruk — dari semua itu tak satu pihak pun dan tak satu golongan pun sepatutnya menghindar atau menuduh. Kecuali jika mereka adalah setan-setan berwujud manusia yang menyangka kekufuran dan kezindikan sebagai politik lalu memihaknya, atau hewan-hewan berpakaian manusia...
Alhamdulillah, disebabkan pengasinganku dari politik, aku tidak menurunkan hakikat-hakikat Al-Qur'an yang bagaikan intan itu menjadi sekadar berharga pecahan kaca di bawah tuduhan sebagai propaganda politik. Bahkan lambat laun intan-intan itu semakin menambah nilainya secara cemerlang di pandangan setiap golongan. اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذ۪ى هَدٰينَا لِهٰذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِىَ لَوْلآَ اَنْ هَدٰينَا اللّٰهُ لَقَدْ جَٓاءَتْ رُسُلُ رَبِّنَا بِالْحَقِّ اَلْبَاق۪ى هُوَ الْبَاق۪ى
Said Nursî