Risale-i NurAl-Maktubat

Yang Kesembilan

Al-Maktubat · hlm. 534

Berupaya menjadi insan kamil (manusia sempurna) dengan seyr u sulûk kalbu, mujahadah ruhani, dan kemajuan maknawi; yakni menjadi mukmin hakiki dan Muslim yang sempurna; yakni meraih bukan hanya bentuk lahiriah, melainkan hakikat iman dan hakikat Islam; yakni di dalam alam semesta ini dan dari satu sisi sebagai wakil alam semesta, secara langsung menjadi hamba bagi Sang Khâliq Dzul-Jalâl alam semesta, menjadi yang diajak bicara, menjadi sahabat, menjadi khalil (kekasih), menjadi cermin, dan dengan menunjukkan bahwa ia berada dalam ahsani taqwîm (sebaik-baik bentuk), membuktikan keunggulan bani Adam atas malaikat, terbang di maqam-maqam tinggi dengan dua sayap iman dan amal syariat, memandang kebahagiaan abadi di dunia ini, bahkan masuk ke kebahagiaan itu.

سُبْحَانَكَ لاَ عِلْمَ لَنَٓا اِلاَّ مَا عَلَّمْتَنَٓا اِنَّكَ اَنْتَ الْعَل۪يمُ الْحَك۪يمُاَللّٰهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَى الْغَوْثِ اْلاَكْبَرِ ف۪ى كُلِّ الْعُصُورِ وَ الْقُطْبِ اْلاَعْظَمِ ف۪ى كُلِّ الدُّهُورِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ۨالَّذ۪ى تَظَاهَرَتْ حِشْمَةُ وَلاَيَتِه۪ وَ مَقَامُ مَحْبُوبِيَّتِه۪ ف۪ى مِعْرَاجِه۪ وَ اِنْدَرَجَ كُلُّ الْوَلاَيَاتِ ف۪ى ظِلِّ مِعْرَاجِه۪ وَ عَلٰٓى اٰلِه۪ وَ صَحْبِه۪ٓ اَجْمَع۪ينَ اٰم۪ينَ وَ الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَم۪ينَ