Risalah Nur — Bahasa Indonesia

GAMBARAN PERTAMA

Kalimat-Kalimat · Bahasa Indonesia

Di bagian ini

GAMBARAN PERTAMA

Gambaran yang melukiskan hakikat dunia orang-orang yang lalai.

Jangan panggil aku ke dunia; aku datang kepadanya dan melihat yang fana.
Ketika kelalaian menjadi tirai, kulihat Cahaya Al-Haqq tersembunyi.
Kulihat seluruh yang ada masing-masing fana dan merugikan.
Jika engkau menyebut wujud, aku telah mengenakannya; ah, ternyata tidak ada, kulihat banyak musibah.
Jika engkau menyebut kehidupan, aku telah mencicipinya; kulihat azab di dalam azab.
Akal menjadi hukuman itu sendiri; kulihat keadaan yang kekal selamanya sebagai suatu musibah.
Umur menjadi hawa nafsu itu sendiri; kulihat kesempurnaan sebagai kesia-siaan itu sendiri.
Amal menjadi riya itu sendiri; kulihat harapan sebagai derita itu sendiri.
Pertemuan (wishâl) menjadi lenyap itu sendiri; kulihat obat sebagai penyakit itu sendiri.
Cahaya-cahaya ini menjadi gelap; kulihat sahabat-sahabat ini sebagai yatim.
Suara-suara ini menjadi seruan dukacita kematian; kulihat yang hidup ini sebagai yang mati.
Ilmu-ilmu berubah menjadi khayalan; kulihat seribu penyakit dalam hikmah-hikmah.
Kesenangan menjadi derita itu sendiri; kulihat seribu hal yang tidak ada dalam wujud.
Jika engkau menyebut kekasih, aku telah menemukannya; ah, kulihat banyak derita dalam perpisahan.

GAMBARAN KEDUA

Gambaran yang menunjukkan hakikat dunia orang-orang yang mendapat hidayah serta sadar akan Hadirat-Nya.

Ketika kelalaian lenyap, kulihat Cahaya Al-Haqq nyata.
Wujud menjadi bukti Zat; lihatlah, kehidupan merupakan cermin Al-Haqq.
Akal menjadi kunci khazanah; lihatlah, fana merupakan pintu menuju yang kekal.
Kilatan kesempurnaan padam; namun lihatlah, Matahari Keindahan ada.
Lenyap menjadi pertemuan itu sendiri; lihatlah, derita merupakan kesenangan itu sendiri.
Umur menjadi amal itu sendiri; lihatlah, masa abadi merupakan umur itu sendiri.
Gelap menjadi wadah cahaya; lihatlah, dalam kematian ini ada kehidupan sejati.
Seluruh benda menjadi sahabat akrab; lihatlah, seluruh suara merupakan zikir.
Lihatlah, seluruh zarah yang ada masing-masing berzikir dan bertasbih.
Keadaan serba kurang kutemukan sebagai khazanah kecukupan; lihatlah, dalam ketidakberdayaan ada kekuatan penuh.
Jika engkau telah menemukan Allah subhânahu, lihatlah, seluruh benda milikmu.
Jika engkau adalah milik Sang Mâlik dari seluruh kerajaan, lihatlah, kerajaan-Nya milikmu.
Jika engkau hanya melihat dirimu sendiri dan menjadi pemilik nafsumu sendiri, lihatlah musibah yang tak terhitung,
Rasakanlah azab tanpa batas; lihatlah, betapa berat tanpa akhir.
Jika engkau hamba sejati yang memandang kepada Allah subhânahu, lihatlah suka cita tanpa batas,
Rasakanlah pahala tak terhitung; lihatlah kebahagiaan tanpa akhir.

--

Dua puluh lima tahun lalu, dalam Ramadan setelah salat Asar, aku membaca gubahan Asmaulhusna Syekh Jilani (ks). Timbul keinginan dalam diriku untuk menulis suatu munajat dengan Asmaulhusna. Namun, ketika itu hanya sebanyak ini yang tertulis. Aku ingin membuat gubahan yang sepadan dengan munajat Asma yang diberkahi dari guruku yang suci itu. Sayang! Aku tidak memiliki kemampuan menggubah puisi. Aku tidak dapat melakukannya; tetap tidak lengkap. Munajat ini sebelumnya dilampirkan pada Risalah Jendela-Jendela, Surat Ketiga Puluh Tiga dari Kalimat Ketiga Puluh Tiga. Karena sesuai dengan bagian ini, dipindahkan ke sini.

ﻫُﻮَ ﺍﻟْﺒَﺎﻗ۪ﻰ ﺣَﻜ۪ﻴﻢُ ﺍﻟْﻘَﻀَﺎﻳَﺎ ﻧَﺤْﻦُ ﻓ۪ﻰ ﻗَﺒْﺾِ ﺣُﻜْﻤِﻪ۪ ٭ ﻫُﻮَ ﺍﻟْﺤَﻜَﻢُ ﺍﻟْﻌَﺪْﻝُ ﻟَﻪُ الْاَرْضُ ﻭَ ﺍﻟﺴَّﻤَﺎﺀُ ﻋَﻠ۪ﻴﻢُ ﺍﻟْﺨَﻔَﺎﻳَﺎ ﻭَ ﺍﻟْﻐُﻴُﻮﺏِ ﻓ۪ﻰ ﻣُﻠْﻜِﻪ۪ ٭ ﻫُﻮَ ﺍﻟْﻘَﺎﺩِﺭُ ﺍﻟْﻘَﻴُّﻮﻡُ ﻟَﻪُ ﺍﻟْﻌَﺮْﺵُ ﻭَ ﺍﻟﺜَّﺮَﺍﺀُ ﻟَﻄ۪ﻴﻒُ ﺍﻟْﻤَﺰَﺍﻳَﺎ ﻭَ ﺍﻟﻨُّﻘُﻮﺵِ ﻓ۪ﻰ ﺻُﻨْﻌِﻪ۪ ٭ ﻫُﻮَ ﺍﻟْﻔَﺎﻃِﺮُ ﺍﻟْﻮَﺩُﻭﺩُ ﻟَﻪُ ﺍﻟْﺤُﺴْﻦُ ﻭَ ﺍﻟْﺒَﻬَﺎﺀُ ﺟَﻠ۪ﻴﻞُ ﺍﻟْﻤَﺮَﺍﻳَﺎ ﻭَ ﺍﻟﺸُّﺆُﻥِ ﻓ۪ﻰ ﺧَﻠْﻘِﻪ۪ ٭ ﻫُﻮَ ﺍﻟْﻤَﻠِﻚُ ﺍﻟْﻘُﺪُّﻭﺱُ ﻟَﻪُ ﺍﻟْﻌِﺰُّ ﻭَ ﺍﻟْﻜِﺒْﺮِﻳَﺎﺀُ ﺑَﺪ۪ﻳﻊُ ﺍﻟْﺒَﺮَﺍﻳَﺎ ﻧَﺤْﻦُ ﻣِﻦْ ﻧَﻘْﺶِ ﺻُﻨْﻌِﻪ۪ ٭ ﻫُﻮَ ﺍﻟﺪَّﺍﺋِﻢُ ﺍﻟْﺒَﺎﻗ۪ﻰ ﻟَﻪُ ﺍﻟْﻤُﻠْﻚُ ﻭَ ﺍﻟْﺒَﻘَﺎﺀُ ﻛَﺮ۪ﻳﻢُ ﺍﻟْﻌَﻄَﺎﻳَﺎ ﻧَﺤْﻦُ ﻣِﻦْ ﺭَﻛْﺐِ ﺿَﻴْﻔِﻪ۪ ٭ ﻫُﻮَ ﺍﻟﺮَّﺯَّﺍﻕُ ﺍﻟْﻜَﺎﻓ۪ﻰ ﻟَﻪُ ﺍﻟْﺤَﻤْﺪُ ﻭَ ﺍﻟﺜَّﻨَﺎﺀُ ﺟَﻤ۪ﻴﻞُ ﺍﻟْﻬَﺪَﺍﻳَﺎ ﻧَﺤْﻦُ ﻣِﻦْ ﻧَﺴْﺞِ ﻋِﻠْﻤِﻪ۪ ٭ ﻫُﻮَ ﺍﻟْﺨَﺎﻟِﻖُ ﺍﻟْﻮَﺍﻓ۪ﻰ ﻟَﻪُ ﺍﻟْﺠُﻮﺩُ ﻭَ ﺍﻟْﻌَﻄَﺎﺀُ ﺳَﻤ۪ﻴﻊُ ﺍﻟﺸَّﻜَﺎﻳَﺎ ﻭَ ﺍﻟﺪُّﻋَﺎﺀِ ﻟِﺨَﻠْﻘِﻪ۪ ٭ ﻫُﻮَ ﺍﻟﺮَّﺍﺣِﻢُ ﺍﻟﺸَّﺎﻓ۪ﻰ ﻟَﻪُ ﺍﻟﺸُّﻜْﺮُ ﻭَ ﺍﻟﺜَّﻨَﺎﺀُ ﻏَﻔُﻮﺭُ ﺍﻟْﺨَﻄَﺎﻳَﺎ ﻭَ ﺍﻟﺬُّﻧُﻮﺏِ ﻟِﻌَﺒْﺪِﻩ۪ ٭ ﻫُﻮَ ﺍﻟْﻐَﻔَّﺎﺭُ ﺍﻟﺮَّﺣ۪ﻴﻢُ ﻟَﻪُ ﺍﻟْﻌَﻔْﻮُ ﻭَ ﺍﻟﺮِّﺿَﺎﺀُ Wahai nafsuku! Menangislah serta berserulah seperti hatiku, dan katakan: "Aku fana, tidak menginginkan yang fana. Aku tidak berdaya, tidak menginginkan yang tidak berdaya. Aku telah menyerahkan ruhku kepada Sang Rahmân, tidak menginginkan yang lain. Aku menginginkan, tetapi menginginkan Sang Sahabat Yang Kekal. Aku adalah zarah, tetapi menginginkan suatu Matahari Yang Mahakekal. Aku sama sekali bukan apa-apa, tetapi menginginkan seluruh yang ada ini."

SEBUAH BUAH PINUS, CEDAR, JUNIPER, DAN POPLAR HITAM DI DATARAN TINGGI BARLA

(Dipindahkan ke sini karena sesuai dengan bagian ini; merupakan potongan dari Surat Kesebelas.)

Pada suatu waktu selama aku ditawan, ketika aku menyaksikan bentuk-bentuk yang menunjukkan kewibawaan serta keadaan-keadaan yang menambah rasa takjub dari pohon-pohon pinus, cedar, dan juniper yang megah di puncak gunung, berembus angin yang sangat lembut. Angin itu mengubah keadaan tersebut menjadi suatu guncangan yang begitu agung dan menyenangkan, penuh gemuruh serta seperti tarian, dan menjadi tasbih yang dilakukan dalam tarikan cinta. Karena itu, menyaksikan untuk hiburan berubah menjadi pandangan yang mengambil pelajaran serta pendengaran akan hikmah. Tiba-tiba, potongan Ahmad Jazari dalam bahasa Kurdi ini terlintas dalam ingatanku: ﻫَﺮْﻛَﺲْ ﺑِﺘَﻤَﺎﺷَﺎﮔَﻪِ ﺣُﺴْﻨَﺎﺗَﻪ ﺯِﻫَﺮْ ﺟَﺎﻯْ ﺗَﺸْﺒ۪ﻴﻪِ ﻧِﮕَﺎﺭَﺍﻥْ بِجَمَالَاتَه ﺩِﻧَﺎﺯِﻥْ. Hatiku menangis demikian untuk menyatakan makna-makna pelajaran: ﻳَﺎ ﺭَﺏْ ﻫَﺮْ ﺣَﻰْ ﺑِﺘَﻤَﺎﺷَﺎﮔَﻪِ ﺻُﻨْﻊِ ﺗُﻮ ﺯِﻫَﺮْﺟَﺎﻯْ ﺑَﺘَﺎﺯ۪ﻯ ﺯِﻧِﺸ۪ﻴﺐُ ﺍَﺯْ ﻓِﺮَﺍﺯ۪ﻯ ﻣَﺎﻧَﻨْﺪِ دَلَّالَانْ ﺑِﻨِﺪَﺍﺀِ ﺑِﺎٰﻭَﺍﺯ۪ﻯ ﺩَﻡْ ﺩَﻡْ ﺯِﺟَﻤَﺎﻝِ ﻧَﻘْﺶِ ﺗُﻮ ﺩَﺭْ ﺭَﻗْﺺْ ﺑَﺎﺯ۪ﻯ ﺯِﻛَﻤَﺎﻝِ ﺻُﻨْﻊِ ﺗُﻮ ﺧُﻮﺵْ ﺧُﻮﺵْ ﺑِﮕَﺎﺯ۪ﻯ ﺯِﺷ۪ﻴﺮ۪ﻳﻨ۪ﻰ ﺍٰﻭَﺍﺯِ ﺧُﻮﺩْ ﻫَﻰْ ﻫَﻰْ ﺩِﻧَﺎﺯ۪ﻯ ﺍَﺯْﻭَﻯْ ﺭَﻗْﺺَ ﺍٰﻣَﺪْ ﺟَﺬْﺑَﻪ ﺧَﺎﺯ۪ﻯ ﺍَﺯ۪ﻳﻦْ ﺍٰﺛَﺎﺭِ ﺭَﺣْﻤَﺖْ ﻳَﺎﻓْﺖْ ﻫَﺮْ ﺣَﻰْ ﺩَﺭْﺱِ ﺗَﺴْﺒ۪ﻴﺢُ ﻧَﻤَﺎﺯ۪ﻯ ﺍ۪ﻳﺴْﺘَﺎﺩَﺳْﺖْ ﻫَﺮْ ﻳَﻜ۪ﻰ ﺑَﺮْ ﺳَﻨْﮓِ بَالَا ﺳَﺮْﻓِﺮَﺍﺯ۪ﻯ ﺩِﺭَﺍﺯْ ﻛَﺮْﺩَﺳْﺖْ ﺩَﺳْﺘْﻬَﺎﺭَﺍ ﺑَﺪَﺭْﮔَﺎﻩِ ﺍِﻟٰﻬ۪ﻰ ﻫَﻢْ ﭼُﻮ ﺷَﻬْﺒَﺎﺯ۪ﻯ ﺑِﺠُﻨْﺒ۪ﻴﺪَﺳْﺖْ ﺯُﻟْﻔْﻬَﺎﺭَﺍ ﺑَﺸَﻮْﻕْ ﺍَﻧْﮕ۪ﻴﺰِ ﺷَﻬْﻨَﺎﺯ۪ﻯ بَبَالَا ﻣ۪ﻴﺰَﻧَﻨْﺪْ ﺍَﺯْ ﭘَﺮْﺩَﻩ ﻫَﺎﻯِ ﻫَﺎﻯِ ﻫُﻮﻯِ ﻋِﺸْﻖْ ﺑَﺎﺯ۪ﻯ ﻣ۪ﻴﺪِﻫَﺪْ ﻫُﻮﺷَﻪ ﮔِﺮ۪ﻳﻨْﻬَﺎﻯِ ﺩَﺭ۪ﻳﻨْﻬَﺎﻯِ ﺯَﻭَﺍﻟ۪ﻰ ﺍَﺯْ ﺣُﺐِّ ﻣَﺠَﺎﺯ۪ﻯ ﺑَﺮْ ﺳَﺮِ ﻣَﺤْﻤُﻮﺩْﻫَﺎ ﻧَﻐْﻤَﻬَﺎﻯِ ﺣُﺰْﻥْ ﺍَﻧْﮕ۪ﻴﺰِ ﺍَﻳَﺎﺯ۪ﻯ ﻣُﺮْﺩَﻫَﺎﺭَﺍ ﻧَﻐْﻤَﻬَﺎﻯِ ﺍَﺯَﻟ۪ﻰ ﺍَﺯْ ﺣُﺰْﻥْ ﺍَﻧْﮕ۪ﻴﺰِ ﻧَﻮَﺍﺯ۪ﻯ ﺭُﻭﺣَﻪ ﻣ۪ﻰ ﺍٰﻳَﺪْ ﺍَﺯُﻭ ﺯَﻣْﺰَﻣَﻪِ ﻧَﺎﺯُ ﻧِﻴَﺎﺯ۪ﻯ ﻗَﻠْﺐْ ﻣ۪ﻴﺨٰﻮﺍﻧَﺪْ ﺍَﺯ۪ﻳﻦْ ﺍٰﻳَﺎﺗْﻬَﺎ ﺳِﺮِّ ﺗَﻮْﺣ۪ﻴﺪْ ﺯِﻋُﻠُﻮِّ ﻧَﻈْﻢِ ﺍِﻋْﺠَﺎﺯ۪ﻯ ﻧَﻔْﺲْ ﻣ۪ﻴﺨٰﻮﺍﻫَﺪْ ﺩَﺭْ ﺍ۪ﻳﻦْ ﻭَﻟْﻮَﻟَﻬَﺎ ﺯَﻟْﺰَﻟَﻬَﺎ ﺫَﻭْﻕِ ﺑَﺎﻗ۪ﻰ ﺩَﺭْ ﻓَﻨَﺎﻯِ ﺩُﻧْﻴَﺎ ﺑَﺎﺯ۪ﻯ ﻋَﻘْﻞْ ﻣ۪ﻴﺒ۪ﻴﻨَﺪْ ﺍَﺯ۪ﻳﻦْ ﺯَﻣْﺰَﻣَﻬَﺎ ﺩَﻣْﺪَﻣَﻬَﺎ ﻧَﻈْﻢِ ﺧِﻠْﻘَﺖْ ﻧَﻘْﺶِ ﺣِﻜْﻤَﺖْ ﻛَﻨْﺰِ ﺭَﺍﺯ۪ﻯ ﺍٰﺭْﺯُﻭ ﻣ۪ﻴﺪَﺍﺭَﺩْ ﻫَﻮَﺍ ﺍَﺯ۪ﻳﻦْ ﻫَﻤْﻬَﻤَﻬَﺎ ﻫَﻮْﻫَﻮَﻫَﺎ ﻣَﺮْﮒِ ﺧُﻮﺩْ ﺩَﺭْ ﺗَﺮْﻙِ ﺍَﺫْﻭَﺍﻕِ ﻣَﺠَﺎﺯ۪ﻯ ﺧَﻴَﺎﻝْ ﺑ۪ﻴﻨَﺪْ ﺍَﺯ۪ﻳﻦْ ﺍَﺷْﺠَﺎﺭْ مَلَائِكْ ﺭَﺍ ﺟَﺴَﺪْ ﺍٰﻣَﺪْ ﺳَﻤَﺎﻭ۪ﻯ ﺑَﺎﻫَﺰَﺍﺭَﺍﻥْ ﻧَﻰْ ﺍَﺯ۪ﻳﻦْ ﻧَﻴْﻬَﺎ ﺷُﻨ۪ﻴﺪَﺕْ ﻫُﻮﺵْ ﺳِﺘَﺎﻳِﺸْﻬَﺎﻯِ ﺫَﺍﺕِ ﺣَﻰْ ﻭَﺭَﻗْﻬَﺎﺭَﺍ ﺯَﺑَﺎﻥْ ﺩَﺍﺭَﻧْﺪْ ﻫَﻤَﻪ ﻫُﻮ ﻫُﻮ ﺫِﻛْﺮْ ﺍٰﺭَﻧْﺪْ ﺑَﺪَﺭْ ﻣَﻌْﻨَﺎﻯِ ﺣَﻰُّ ﺣَﻰْ ﭼُﻮ لَا ﺍِﻟٰﻪَ اِلَّا ﻫُﻮ ﺑَﺮَﺍﺑَﺮْ ﻣ۪ﻴﺰَﻧَﺪْ ﻫَﺮْ ﺷَﻰْ ﺩَﻣَﺎﺩَﻡْ ﺟُﻮﻳَﺪَﻧْﺪْ ﻳَﺎ ﺣَﻖْ ﺳَﺮَﺍﺳَﺮْ ﮔُﻮﻳَﺪَﻧْﺪْ ﻳَﺎ ﺣَﻰْ ﺑَﺮَﺍﺑَﺮْ ﻣ۪ﻴﺰَﻧَﻨْﺪْ ﺍَﻟﻠّٰﻪْ ﻓَﻴَﺎ ﺣَﻰُّ ﻳَﺎ ﻗَﻴُّﻮﻡُ ﺑِﺤَﻖِّ ﺍِﺳْﻢِ ﺣَﻰِّ ﻗَﻴُّﻮﻡِ ﺣَﻴَﺎﺗ۪ﻰ ﺩِﻩْ ﺑَﺎ۪ﻳﻦْ ﻗَﻠْﺐِ ﭘَﺮ۪ﻳﺸَﺎﻥْ ﺭَﺍ ﺍِﺳْﺘِﻘَﺎﻣَﺖْ ﺩِﻩْ ﺑَﺎ۪ﻳﻦْ ﻋَﻘْﻞِ ﻣُﺸَﻮَّﺵْ ﺭَﺍ ﺍٰﻣ۪ﻴﻦْ Makna bait-bait bahasa Persia yang ditulis tentang buah pinus, cedar, juniper, serta poplar hitam di Tepelice, dataran tinggi Barla: ﻫَﺮْﻛَﺲْ ﺑِﺘَﻤَﺎﺷَﺎﮔَﻪِ ﺣُﺴْﻨَﺎﺗَﻪ ﺯِﻫَﺮْ ﺟَﺎﻯْ ﺗَﺸْﺒ۪ﻴﻪِ ﻧِﮕَﺎﺭَﺍﻥْ بِجَمَالَاتَه ﺩِﻧَﺎﺯِﻥْ Terlintas dalam ingatanku. Hatiku pun menangis demikian untuk menyatakan makna-makna pelajaran: Yakni, semua orang telah berlari dari segala tempat menuju tempat menyaksikan Keindahan-Mu. Mereka menunjukkan sikap manja dengan Keindahan-Mu. ﻳَﺎ ﺭَﺏْ ﻫَﺮْ ﺣَﻰْ ﺑِﺘَﻤَﺎﺷَﺎﮔَﻪِ ﺻُﻨْﻊِ ﺗُﻮ ﺯِﻫَﺮْﺟَﺎﻯْ ﺑَﺘَﺎﺯ۪ﻯ Setiap makhluk hidup muncul dari segala tempat dan memandang wajah bumi, yang merupakan tempat menyaksikan Seni Penciptaan-Mu. ﺯِﻧِﺸ۪ﻴﺐُ ﺍَﺯْ ﻓِﺮَﺍﺯ۪ﻯ ﻣَﺎﻧَﻨْﺪِ دَلَّالَانْ ﺑِﻨِﺪَﺍﺀِ ﺑِﺎٰﻭَﺍﺯ۪ﻯ Dari bawah serta atas, mereka muncul dan berseru seperti para penyeru. ﺩَﻡْ ﺩَﻡْ ﺯِﺟَﻤَﺎﻝِ ﻧَﻘْﺶِ ﺗُﻮ (ﻧُﺴْﺨَﻪ: ﺯِﻫَﻮَﺍﻯِ ﺷَﻮْﻕِ ﺗُﻮ) ﺩَﺭْ ﺭَﻗْﺺ ﺑَﺎﺯ۪ﻯ Pohon-pohon yang seperti penyeru itu menari karena bergembira dengan Keindahan corak-Mu. ﺯِﻛَﻤَﺎﻝِ ﺻُﻨْﻊِ ﺗُﻮ ﺧُﻮﺵْ ﺧُﻮﺵْ ﺑِﮕَﺎﺯ۪ﻯ Mereka bersuka cita karena Kesempurnaan Seni Penciptaan-Mu dan mengeluarkan suara-suara yang indah. ﺯِﺷ۪ﻴﺮ۪ﻳﻨ۪ﻰ ﺍٰﻭَﺍﺯِ ﺧُﻮﺩْ ﻫَﻰْ ﻫَﻰْ ﺩِﻧَﺎﺯ۪ﻯ Seakan-akan manisnya suara mereka membuat mereka sendiri gembira serta menunjukkan sikap manja dengan lembut. ﺍَﺯْﻭَﻯْ ﺭَﻗْﺼَﻪ ﺍٰﻣَﺪْ ﺟَﺬْﺑَﻪ ﺧَﺎﺯ۪ﻯ Karena itulah pohon-pohon ini mulai menari serta menginginkan tarikan cinta. ﺍَﺯ۪ﻳﻦْ ﺍٰﺛَﺎﺭِ ﺭَﺣْﻤَﺖْ ﻳَﺎﻓْﺖْ ﻫَﺮْ ﺣَﻰْ ﺩَﺭْﺱِ ﺗَﺴْﺒ۪ﻴﺢُ ﻧَﻤَﺎﺯ۪ﻯ Melalui karya-karya Rahmat Ilahi ini, setiap makhluk hidup menerima pelajaran tentang tasbih serta salat yang khas baginya. ﺍ۪ﻳﺴْﺘَﺎﺩَﺳْﺖْ ﻫَﺮْ ﻳَﻜ۪ﻰ ﺑَﺮْ ﺳَﻨْﮓِ بَالَا ﺳَﺮْﻓِﺮَﺍﺯ۪ﻯ Setelah menerima pelajaran, setiap pohon berdiri di atas batu tinggi, mengangkat kepalanya menuju arasy. ﺩِﺭَﺍﺯْ ﻛَﺮْﺩَﺳْﺖْ ﺩَﺳْﺘْﻬَﺎﺭَﺍ ﺑَﺪَﺭْﮔَﺎﻩِ ﺍِﻟٰﻬ۪ﻰ ﻫَﻢْ ﭼُﻮ ﺷَﻬْﺒَﺎﺯ۪ﻯ Masing-masing mengulurkan ratusan tangan ke Hadirat Ilahi seperti Syahbaz Qalandar {(Catatan kaki): Syahbaz Qalandar adalah seorang pahlawan terkenal yang, dengan bimbingan Syekh Jilani, berlindung pada Hadirat Ilahi dan naik ke tingkat kewalian.}, lalu mengambil sikap ibadah yang agung. ﺑِﺠُﻨْﺒ۪ﻴﺪَﺳْﺖْ ﺯُﻟْﻔْﻬَﺎﺭَﺍ ﺑَﺸَﻮْﻕْ ﺍَﻧْﮕ۪ﻴﺰِ ﺷَﻬْﻨَﺎﺯ۪ﻯ {(Catatan kaki): Syahnaz Chelkezi adalah seorang yang sangat cantik, terkenal dengan empat puluh kepang rambut.} Mereka menggerakkan ranting-ranting kecil seperti ikal rambut, dan dengan itu mengingatkan orang-orang yang menyaksikan akan gairah lembut serta kenikmatan luhur mereka. بَبَالَا ﻣ۪ﻴﺰَﻧَﻨْﺪْ ﺍَﺯْ ﭘَﺮْﺩَﻩ ﻫَﺎﻯِ ﻫَﺎﻯِ ﻫُﻮﻯِ ﻋِﺸْﻖْ ﺑَﺎﺯ۪ﻯ Dari nada-nada "Hay Huy" cinta, mereka mengeluarkan suara seakan-akan menyentuh senar serta urat yang paling peka. {(Versi naskah): Versi ini berkaitan dengan pohon juniper di pemakaman: بَبَالَا ﻣ۪ﻴﺰَﻧَﻨْﺪْ ﺍَﺯْ ﭘَﺮْﺩَﻩ ﻫَﺎﻯِ ﻫَﺎﻯِ ﻫُﻮﻯِ ﭼَﺮْﺥِ ﺑَﺎﺯ۪ﻯ ٭ ﻣُﺮْﺩَﻫَﺎﺭَﺍ ﻧَﻐْﻤَﻬَﺎﻯِ ﺍَﺯَﻟ۪ﻰ ﺍَﺯْ ﺣُﺰْﻥْ ﺍَﻧْﮕ۪ﻴﺰِ ﻧَﻮَﺍﺯ۪ﻯ } ﻣ۪ﻴﺪِﻫَﺪْ ﻫُﻮﺷَﻪ ﮔِﺮ۪ﻳﻨْﻬَﺎﻯِ ﺩَﺭ۪ﻳﻨْﻬَﺎﻯِ ﺯَﻭَﺍﻟ۪ﻰ ﺍَﺯْ ﺣُﺐِّ ﻣَﺠَﺎﺯ۪ﻯ Dari keadaan ini, suatu makna datang kepada pikiran: tangisan yang datang karena derita lenyapnya cinta-cinta majasi, serta suatu rintihan yang sedih dan sangat dalam, keduanya mereka ingatkan. ﺑَﺮْ ﺳَﺮِ ﻣَﺤْﻤُﻮﺩْﻫَﺎ ﻧَﻐْﻤَﻬَﺎﻯِ ﺣُﺰْﻥْ ﺍَﻧْﮕ۪ﻴﺰِ ﺍَﻳَﺎﺯ۪ﻯ Mereka memperdengarkan corak nada kekasih-kekasih yang penuh kesedihan dalam pikiran para Mahmud, yakni seluruh pencinta yang terpisah dari kekasihnya seperti Sultan Mahmud.ﻣُﺮْﺩَﻫَﺎﺭَﺍ ﻧَﻐْﻤَﻬَﺎﻯِ ﺍَﺯَﻟ۪ﻰ ﺍَﺯْ ﺣُﺰْﻥْ ﺍَﻧْﮕ۪ﻴﺰِ ﻧَﻮَﺍﺯ۪ﻯ Mereka tampak memiliki tugas seakan-akan memperdengarkan nada-nada azali serta suara-suara yang menggugah kesedihan kepada orang-orang yang telah mati, yang tidak lagi mendengarkan suara serta kata-kata duniawi. ﺭُﻭﺣَﻪ ﻣ۪ﻰ ﺍٰﻳَﺪْ ﺍَﺯُﻭ ﺯَﻣْﺰَﻣَﻪِ ﻧَﺎﺯُ ﻧِﻴَﺎﺯ۪ﻯ Dari keadaan ini, ruh memahami bahwa benda-benda membalas tajalli Asma Sang Pembuat Dzul-Jalâl dengan tasbih, dan datang sebagai suatu senandung manja serta permohonan. ﻗَﻠْﺐْ ﻣ۪ﻴﺨٰﻮﺍﻧَﺪْ ﺍَﺯ۪ﻳﻦْ ﺍٰﻳَﺎﺗْﻬَﺎ ﺳِﺮِّ ﺗَﻮْﺣ۪ﻴﺪْ ﺯِﻋُﻠُﻮِّ ﻧَﻈْﻢِ ﺍِﻋْﺠَﺎﺯ۪ﻯ Adapun hati membaca rahasia tauhid dari pohon-pohon ini, yang masing-masing merupakan ayat berwujud, melalui tingginya susunan penuh mukjizat ini. Yakni, dalam penciptaannya terdapat keteraturan, seni, serta hikmah yang begitu menakjubkan, sehingga sekalipun seluruh sebab dalam alam dianggap sebagai pelaku yang bebas memilih dan berkumpul, semuanya tidak dapat menirunya. ﻧَﻔْﺲْ ﻣ۪ﻴﺨٰﻮﺍﻫَﺪْ ﺩَﺭْ ﺍ۪ﻳﻦْ ﻭَﻟْﻮَﻟَﻬَﺎ ﺯَﻟْﺰَﻟَﻬَﺎ ﺫَﻭْﻕِ ﺑَﺎﻗ۪ﻰ ﺩَﺭْ ﻓَﻨَﺎﻯِ ﺩُﻧْﻴَﺎ ﺑَﺎﺯ۪ﻯ Setiap kali nafsu melihat keadaan ini, ia memandang seluruh wajah bumi seakan-akan berguling dalam guncangan perpisahan yang penuh gemuruh, lalu mencari suatu kenikmatan yang kekal. Ia memperoleh makna, "Engkau akan menemukannya dengan meninggalkan pemujaan dunia." ﻋَﻘْﻞْ ﻣ۪ﻴﺒ۪ﻴﻨَﺪْ ﺍَﺯ۪ﻳﻦْ ﺯَﻣْﺰَﻣَﻬَﺎ ﺩَﻣْﺪَﻣَﻬَﺎ ﻧَﻈْﻢِ ﺧِﻠْﻘَﺖْ ﻧَﻘْﺶِ ﺣِﻜْﻤَﺖْ ﻛَﻨْﺰِ ﺭَﺍﺯ۪ﻯ Dari senandung hewan serta pepohonan, dan gemuruh tumbuhan serta udara ini, akal menemukan susunan penciptaan yang sangat bermakna, suatu corak hikmah, serta khazanah rahasia. Akal memahami bahwa setiap hal bertasbih kepada Sang Pembuat Dzul-Jalâl dari banyak segi. ﺍٰﺭْﺯُﻭ ﻣ۪ﻴﺪَﺍﺭَﺩْ ﻫَﻮَﺍ ﺍَﺯ۪ﻳﻦْ ﻫَﻤْﻬَﻤَﻬَﺎ ﻫَﻮْﻫَﻮَﻫَﺎ ﻣَﺮْﮒِ ﺧُﻮﺩْ ﺩَﺭْ ﺗَﺮْﻙِ ﺍَﺫْﻭَﺍﻕِ ﻣَﺠَﺎﺯ۪ﻯ Hawa nafsu memperoleh kesenangan sedemikian rupa dari desau udara serta gemerisik daun ini, sehingga semuanya membuatnya melupakan seluruh kesenangan majasi. Dengan meninggalkan kesenangan majasi yang menjadi kehidupan hawa nafsu itu, ia ingin mati dalam kenikmatan sejati ini. ﺧَﻴَﺎﻝْ ﺑ۪ﻴﻨَﺪْ ﺍَﺯ۪ﻳﻦْ ﺍَﺷْﺠَﺎﺭْ مَلَائِكْ ﺭَﺍ ﺟَﺴَﺪْ ﺍٰﻣَﺪْ ﺳَﻤَﺎﻭ۪ﻯ ﺑَﺎﻫَﺰَﺍﺭَﺍﻥْ ﻧَﻰْ Adapun daya khayal melihat seakan-akan malaikat yang ditugaskan mengurus pohon-pohon ini masuk ke dalamnya, lalu mengenakan pohon-pohon yang pada setiap cabangnya terpasang banyak seruling buluh sebagai tubuh. Seakan-akan Sang Penguasa Yang Mahakekal mengenakan pohon-pohon itu kepada mereka dalam suatu upacara pembukaan yang agung dengan ribuan suara seruling buluh, sehingga pohon-pohon itu memperlihatkan sikap yang sangat sadar serta bermakna, bukan seperti tubuh kaku tanpa kesadaran. ﺍَﺯ۪ﻳﻦْ ﻧَﻴْﻬَﺎ ﺷُﻨ۪ﻴﺪَﺕْ ﻫُﻮﺵْ ﺳِﺘَﺎﻳِﺸْﻬَﺎﻯِ ﺫَﺍﺕِ ﺣَﻰْ Seruling-seruling buluh itu murni serta menyentuh, seakan-akan datang dari musik samawi yang luhur. Pikiran tidak mendengar dari seruling-seruling itu keluhan perpisahan yang penuh derita, yang didengar seluruh pencinta, terutama Maulana Jalaluddin Rumi. Sebaliknya, pikiran mendengar ungkapan syukur Rahmani serta pujian Rabbani yang dipersembahkan kepada Zat Yang Hayy lagi Qayyûm. ﻭَﺭَﻗْﻬَﺎﺭَﺍ ﺯَﺑَﺎﻥْ ﺩَﺍﺭَﻧْﺪْ ﻫَﻤَﻪ ﻫُﻮ ﻫُﻮ ﺫِﻛْﺮْ ﺍٰﺭَﻧْﺪْ ﺑَﺪَﺭْ ﻣَﻌْﻨَﺎﻯِ ﺣَﻰُّ ﺣَﻰْ Karena pohon-pohon menjadi tubuh dan seluruh daun menjadi lidah, berarti masing-masing mengulang zikir "Hu Hu" dengan ribuan lidah ketika udara menyentuhnya. Melalui penghormatan yang mereka sampaikan dengan kehidupan mereka, mereka mengumumkan bahwa Pembuat mereka adalah Hayy lagi Qayyûm.ﭼُﻮ لَا ﺍِﻟٰﻪَ اِلَّا ﻫُﻮ ﺑَﺮَﺍﺑَﺮْ ﻣ۪ﻴﺰَﻧَﺪْ ﻫَﺮْ ﺷَﻰْ Sebab, segala sesuatu mengucapkan لَا ﺍِﻟٰﻪَ اِلَّا ﻫُﻮ dan bekerja sambil berzikir bersama dalam lingkaran zikir alam yang besar. ﺩَﻣَﺎﺩَﻡْ ﺟُﻮﻳَﺪَﻧْﺪْ ﻳَﺎ ﺣَﻖْ ﺳَﺮَﺍﺳَﺮْ ﮔُﻮﻳَﺪَﻧْﺪْ ﻳَﺎ ﺣَﻰْ ﺑَﺮَﺍﺑَﺮْ ﻣ۪ﻴﺰَﻧَﻨْﺪْ ﺍَﻟﻠّٰﻪْ Dari waktu ke waktu, melalui bahasa kemampuan yang ada pada dirinya, semuanya mengucapkan "Ya Haqq" dan memohon hak-hak kehidupannya kepada Allah subhânahu dari khazanah Rahmat. Semuanya, melalui bahasa bahwa mereka menerima kehidupan, juga menyebut Nama "Ya Hayy". ﻓَﻴَﺎ ﺣَﻰُّ ﻳَﺎ ﻗَﻴُّﻮﻡُ ﺑِﺤَﻖِّ ﺍِﺳْﻢِ ﺣَﻰِّ ﻗَﻴُّﻮﻡِ ﺣَﻴَﺎﺗ۪ﻰ ﺩِﻩْ ﺑَﺎ۪ﻳﻦْ ﻗَﻠْﺐِ ﭘَﺮ۪ﻳﺸَﺎﻥْ ﺭَﺍ ﺍِﺳْﺘِﻘَﺎﻣَﺖْ ﺩِﻩْ ﺑَﺎ۪ﻳﻦْ ﻋَﻘْﻞِ ﻣُﺸَﻮَّﺵْ ﺭَﺍ ﺍٰﻣ۪ﻴﻦْ

--

Pada suatu malam, di tempat yang tinggi di Gunung Çam, Barla, saya memandang wajah langit. Bagian-bagian berikut tiba-tiba terlintas dalam pikiran. Tulisan ini dibuat seolah-olah saya mendengar dalam khayal bintang-bintang berbicara melalui bahasa keadaan. Karena tidak memahami susunan syair dan puisi, saya tidak mengikuti kaidah puisi. Semuanya ditulis sebagaimana teringat.

Diambil dari Surat Keempat dan bagian akhir Bagian Pertama dalam Kalimat Ketiga Puluh Dua.

SYAIR BINTANG YANG MEMBUAT BINTANG-BINTANG BERBICARA

Dengarkanlah bintang-bintang dalam khotbahnya yang manis ini; lihatlah apa yang diterangkan oleh syair Hikmah yang bercahaya. Semuanya berbicara bersama dan berkata dengan bahasa yang benar: "Kami adalah bukti-bukti yang memancarkan cahaya bagi Keagungan Kekuasaan Sang Qadîr Dzul-Jalâl, bagi adanya Sang Pembuat; kami juga saksi-saksi Keesaan serta Kudrat. Demi malaikat menyaksikan mukjizat-mukjizat yang lembut, yang menyepuh wajah bumi ini, kami adalah ribuan mata yang meneliti dari langit ini, memandang bumi serta memperhatikan surga. {(Catatan kaki): Yakni, pada muka bumi, yang merupakan tempat bibit dan ladang kecil bagi bunga-bunga surga, mukjizat Kudrat tanpa batas dipamerkan. Sebagaimana para malaikat dalam alam langit memandang mukjizat serta keajaiban itu, bintang-bintang, yang bagaikan mata benda-benda langit, seakan-akan juga memandang alam surga seperti para malaikat, ketika melihat ciptaan-ciptaan yang lembut pada muka bumi. Seolah-olah mereka juga menyaksikan keajaiban-keajaiban sementara itu dalam bentuk yang tetap di surga; mereka memandang bumi, lalu surga. Yakni, mereka mengawasi kedua alam itu.} Kami adalah buah-buah yang sangat indah dari pohon Tuba penciptaan pada cabang langitnya, dipasangkan pada seluruh cabang Bima Sakti oleh Tangan Hikmah Sang Jamîl Dzul-Jalâl. Bagi penghuni langit ini, kami adalah masjid-masjid yang bergerak, rumah-rumah yang berputar, sarang-sarang yang luhur; lampu-lampu yang bercahaya, kapal-kapal yang perkasa, dan pesawat-pesawat. Kami adalah mukjizat-mukjizat Kudrat Sang Qadîr Dzul-Kamâl, Sang Hakîm Dzul-Jalâl; keajaiban-keajaiban Seni Penciptaan-Nya, karya-karya Hikmah yang langka, ciptaan yang luar biasa, serta alam-alam cahaya. Dengan seratus ribu bahasa seperti ini, kami menunjukkan dan memperdengarkan seratus ribu bukti kepada manusia yang benar-benar manusia. Mata tanpa agama yang patut menjadi buta itu tidak melihat wajah kami dan tidak mendengar perkataan kami; kami adalah ayat-ayat yang menyatakan kebenaran. Cap kami satu, tanda tangan kami satu; kami tunduk kepada Rabb kami. Kami bertasbih dan berzikir sebagai hamba. Kami adalah makhluk-makhluk yang terpukau, yang termasuk dalam lingkaran besar Bima Sakti." Saya mendengarkan dalam khayal mereka mengatakan semua ini.

--