Risalah Nur — Bahasa Indonesia

Surat Kedua Puluh

Kalimat Kedua Puluh Tiga · Bahasa Indonesia

Di bagian ini

Surat Kedua Puluh

ﺑِﺎﺳْﻤِﻪِ ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻪُ ﻭَﺍِﻥْ ﻣِﻦْ ﺷَﻲْﺀٍ اِلَّا ﻳُﺴَﺒِّﺢُ ﺑِﺤَﻤْﺪِﻩ۪ ﺑِﺴْﻢِ ﺍﻟﻠّٰﻪِ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤٰﻦِ ﺍﻟﺮَّﺣ۪ﻴﻢِ لَٓا ﺍِﻟٰﻪَ اِلَّا ﺍﻟﻠّٰﻪُ ﻭَﺣْﺪَﻩُ لَا ﺷَﺮ۪ﻳﻚَ ﻟَﻪُ ﻟَﻪُ ﺍﻟْﻤُﻠْﻚُ ﻭَ ﻟَﻪُ ﺍﻟْﺤَﻤْﺪُ ﻳُﺤْﻴ۪ﻰ ﻭَ ﻳُﻤ۪ﻴﺖُ ﻭَ ﻫُﻮَ ﺣَﻰٌّ لَا ﻳَﻤُﻮﺕُ ﺑِﻴَﺪِﻩِ ﺍﻟْﺨَﻴْﺮُ ﻭَ ﻫُﻮَ ﻋَﻠٰﻰ ﻛُﻞِّ ﺷَﻲْﺀٍ ﻗَﺪ۪ﻳﺮٌ ﻭَ ﺍِﻟَﻴْﻪِ ﺍﻟْﻤَﺼ۪ﻴﺮُ

Pengulangan kalimat tauhid ini setelah salat Subuh serta Magrib mempunyai banyak keutamaan. Menurut sebuah riwayat sahih, kalimat ini membawa derajat Ismul A'zham. Kalimat ini mempunyai sebelas kata. Dalam setiap katanya terdapat suatu kabar gembira serta berita baik, juga suatu derajat tauhid dalam pemeliharaan serta penguasaan Allah سُبْحَانَهُ atas segala sesuatu, juga pada segi Ismul A'zham terdapat Kebesaran Keesaan dan Kesempurnaan Keesaan-Nya.

Dengan merujukkan penjelasan hakikat-hakikat besar serta luhur ini kepada Kalimat-Kalimat lain, berdasarkan sebuah janji, untuk sekarang kami akan membuat daftar baginya dalam bentuk uraian ringkas berupa "Dua Bagian" serta satu "Pendahuluan".

PENDAHULUAN

Ketahuilah dengan pasti: Tujuan tertinggi penciptaan serta hasil paling luhur fitrah ialah iman kepada Allah سُبْحَانَهُ. Derajat tertinggi manusia serta kedudukan terbesar umat manusia ialah makrifatullah dalam iman kepada Allah سُبْحَانَهُ itu. Kebahagiaan paling bersinar serta nikmat paling manis bagi jin dan manusia ialah cinta kepada Allah سُبْحَانَهُ dalam makrifatullah itu. Kegembiraan paling tulus bagi ruh manusia serta sukacita paling murni bagi hatinya ialah kenikmatan rohani dalam cinta kepada Allah سُبْحَانَهُ itu.

Ya, seluruh kebahagiaan hakiki, kegembiraan tulus, nikmat manis, serta kenikmatan murni tentu terdapat dalam makrifatullah dan cinta kepada Allah سُبْحَانَهُ. Semua itu tidak dapat ada tanpa keduanya. Orang yang mengenal serta mencintai Allah سُبْحَانَهُ Al-Haqq memperoleh kebahagiaan, nikmat, cahaya, serta rahasia yang tiada batas, baik dalam bentuk potensi maupun secara nyata. Orang yang tidak benar-benar mengenal serta mencintai-Nya tertimpa kesengsaraan, rasa sakit, serta sangkaan yang tiada batas, secara rohani maupun jasmani.

Ya, di dunia yang kacau ini, di tengah umat manusia yang mengembara tanpa arah, dalam hidup yang tidak berbuah, tanpa pemilik serta pelindung, apalah nilai seorang manusia tidak berdaya dan lemah, sekalipun ia menjadi sultan seluruh dunia? Setiap orang memahami betapa manusia menjadi malang serta kebingungan jika di tengah umat manusia yang mengembara tanpa arah dan dalam dunia sementara yang kacau ini ia tidak mengenal Pemiliknya serta tidak menemukan Penguasanya. Jika ia menemukan Pemiliknya serta mengenal Penguasanya, ketika itu ia berlindung pada Rahmat-Nya dan bersandar pada Kudrat-Nya. Dunia yang merupakan tempat menakutkan itu berubah menjadi tempat wisata serta tempat berniaga.

BAGIAN PERTAMA

Dalam masing-masing dari sebelas kata kalimat tauhid ini terdapat suatu kabar gembira. Dalam setiap kabar gembira itu terdapat obat penyembuh, dan dalam obat penyembuh itu terdapat kenikmatan rohani.

KALIMAT PERTAMA

Dalam

لَٓا ﺍِﻟٰﻪَ اِلَّا ﺍﻟﻠّٰﻪُ

terdapat kabar gembira demikian:

Ruh manusia, yang tertimpa kebutuhan tak terhitung serta menjadi sasaran serangan musuh yang tiada batas, menemukan tempat meminta pertolongan dalam kata ini, yang membukakan baginya pintu khazanah Rahmat untuk memenuhi seluruh kebutuhannya. Ia juga menemukan tempat bersandar yang memperkenalkan serta memberitahukan kepadanya Ma'bûd dan Sang Khâliq-nya sendiri, Pemilik Kudrat mutlak yang akan membuatnya aman dari kejahatan seluruh musuhnya; menunjukkan Pemiliknya, serta memperlihatkan siapa Penguasanya. Dengan memperlihatkan itu, kata ini menyelamatkan hati dari rasa takut tanpa batas serta ruh dari kesedihan pedih, lalu menjamin rasa lega yang abadi dan kegembiraan yang terus berlangsung.

KALIMAT KEDUA

ﻭَﺣْﺪَﻩُ

Dalam kata ini terdapat kabar gembira yang menyembuhkan serta membawa kebahagiaan. Yaitu:

Ruh serta hati manusia yang berkaitan dengan kebanyakan jenis makhluk dalam kainat, dan karena hubungan itu menjadi kacau sampai hampir tenggelam dalam kekacauan, menemukan tempat berlindung serta penyelamat dalam kata ﻭَﺣْﺪَﻩُ yang menyelamatkannya dari seluruh kekacauan dan kesusahan tersebut. Yakni, ﻭَﺣْﺪَﻩُ secara makna berkata:

Allah سُبْحَانَهُ Esa. Jangan lelah dengan berpaling kepada hal-hal lain; jangan merendahkan diri serta merasa berutang budi kepada mereka; jangan menjilat serta membungkuk kepada mereka; jangan bersusah payah dengan mengejar mereka; jangan takut serta gemetar karena mereka. Sebab, Sang Sultan kainat Esa; kunci segala sesuatu berada di sisi-Nya, dan kendali segala sesuatu berada di tangan-Nya. Segala sesuatu diselesaikan dengan Perintah-Nya. Jika engkau menemukan-Nya, engkau telah menemukan segala yang engkau cari; engkau selamat dari rasa berutang budi serta rasa takut yang tak terhitung.