Risalah Nur — Bahasa Indonesia

KALIMAT KETUJUH

Tongkat Musa · Bahasa Indonesia

Di bagian ini

KALIMAT KETUJUH

ﻭَ ﻳُﻤ۪ﻴﺖُ

Yakni, Dialah yang memberikan kematian. Yakni, Dia membebaskanmu dari tugas kehidupan, memindahkan tempatmu dari dunia fana, dan memerdekakanmu dari beban khidmah. Yakni, Dia mengambilmu dari kehidupan fana menuju kehidupan yang kekal. Kata ini menyeru jin serta manusia yang fana demikian, dan berkata:

Kabar gembira bagi kalian! Kematian bukan pemusnahan, bukan menjadi nihil, bukan lenyap, bukan musnah, bukan padam, bukan perpisahan abadi, bukan menjadi tidak ada, bukan kebetulan, dan bukan lenyap tanpa pelaku. Justru ia merupakan pembebasan dari tugas serta perpindahan tempat oleh Sang Pelaku Yang Hakîm lagi Rahîm. Ia merupakan perjalanan menuju kebahagiaan abadi, menuju tanah air asal mereka. Ia merupakan pintu pertemuan ke alam barzakh, tempat berkumpulnya sembilan puluh sembilan persen orang tercinta.

KALIMAT KEDELAPAN

ﻭَ ﻫُﻮَ ﺣَﻰٌّ لَا ﻳَﻤُﻮﺕُ

Yakni, Sang Ma'bûd yang tidak pernah lenyap, Sang Kekasih yang tidak pernah sirna, mempunyai Kehidupan yang terus berlangsung dari azali sampai abadi, yang suci dari noda sirna serta lenyap dan bebas dari gangguan kekurangan serta cacat. Dia memiliki Keindahan, Kesempurnaan, serta Kebaikan yang jauh melampaui kesempurnaan, keelokan, serta kebaikan yang terlihat pada segala yang ada dalam seluruh kainat, yang menjadi sarana cinta. Satu manifestasi Keindahan-Nya saja cukup sebagai pengganti seluruh kekasih.

Kata ini mengumumkan kepada jin dan manusia, seluruh makhluk yang sadar, serta orang-orang yang mencintai dan merindukan, bahwa:

Kabar gembira bagi kalian! Kalian mempunyai Sang Kekasih Yang Kekal, yang mengobati serta mengoleskan salep pada luka-luka akibat perpisahan yang tiada batas dari orang-orang tercinta kalian. Karena Dia ada dan Kekal, jangan khawatir apa pun yang terjadi pada yang lain. Justru keelokan, kebaikan, karunia, serta kesempurnaan yang menjadi sebab cinta kalian pada kekasih-kekasih itu hanyalah bayangan dari bayangan yang amat lemah, yang melewati banyak tabir dari manifestasi Keindahan Yang Kekal Sang Kekasih Yang Kekal itu. Jangan sampai lenyapnya mereka menyakiti kalian. Sebab, mereka adalah semacam cermin. Pergantian cermin memperbarui serta memperindah manifestasi kemilau Keindahan. Karena Dia ada, segala sesuatu ada.

KALIMAT KESEMBILAN

ﺑِﻴَﺪِﻩِ ﺍﻟْﺨَﻴْﺮُ

Yakni, segala kebaikan berada di tangan-Nya. Setiap kebaikan yang kalian lakukan tercatat dalam kitab-Nya. Setiap amal saleh yang kalian kerjakan dicatat di sisi-Nya.

Kata ini menyeru jin serta manusia, memberikan kabar gembira, dan berkata:

Wahai orang-orang malang! Ketika kalian berpindah ke pekuburan, jangan berkata, "Celaka! Harta kita hancur dan usaha kita sia-sia; kita meninggalkan dunia yang indah serta luas ini lalu masuk ke tanah yang sempit." Jangan berteriak serta berputus asa. Sebab, segala milik kalian dijaga. Setiap amal kalian telah ditulis. Setiap khidmah kalian telah dicatat. Zat Dzul-Jalâl, yang akan memberikan balasan bagi khidmah kalian, yang segala kebaikan berada di tangan-Nya dan yang dapat melakukan segala kebaikan, memanggil kalian lalu menempatkan kalian sementara di bawah tanah. Kemudian Dia membawa kalian ke hadapan-Nya. Betapa berbahagia kalian, karena telah menyelesaikan khidmah serta tugas kalian. Kesulitan kalian selesai; kalian pergi menuju istirahat serta Rahmat. Khidmah dan kesukaran selesai; kalian pergi untuk menerima upah.

Ya, Sang Qadîr Dzul-Jalâl menjaga benih-benih serta biji-biji yang merupakan lembaran kitab amal serta peti khidmah musim semi lalu. Pada musim semi berikutnya, Dia menjaga serta menyebarkannya dengan cara amat gemilang, bahkan seratus kali lebih penuh berkah daripada asalnya. Tentu Dia juga menjaga hasil-hasil kehidupan kalian seperti itu dan akan memberikan balasan amat banyak bagi khidmah kalian.

KALIMAT KESEPULUH

ﻭَ ﻫُﻮَ ﻋَﻠٰﻰ ﻛُﻞِّ ﺷَﻰْﺀٍ ﻗَﺪ۪ﻳﺮٌ

Yakni, Dia Wâhid, Ahad, serta berkuasa atas segala sesuatu. Tidak satu pun berat bagi-Nya. Menciptakan musim semi mudah bagi-Nya seperti menciptakan satu bunga. Menciptakan surga ringan bagi-Nya seperti menciptakan musim semi. Karya-karya tak terhitung yang diciptakan-Nya kembali setiap hari, setiap tahun, serta setiap abad bersaksi dengan lisan tak terbatas bagi Kudrat-Nya yang tiada batas.

Kata ini juga memberikan kabar gembira demikian, dan berkata:

Wahai manusia! Khidmah yang engkau lakukan serta ubudiyah yang engkau jalankan tidak sia-sia. Negeri pembalasan serta tempat kebahagiaan telah disediakan bagimu.

Sebagai pengganti dunia fanamu ini, surga yang kekal menantimu. Berimanlah dan percayalah kepada janji Sang Khâliq Dzul-Jalâl, yang engkau sembah serta kenal. Mustahil Dia mengingkari janji-Nya. Tidak ada kekurangan pada Kudrat-Nya dari segi apa pun. Pekerjaan-Nya tidak dapat terhalang oleh keadaan tidak berdaya. Sebagaimana Dia menciptakan kebun kecilmu, Dia juga dapat menciptakan surga bagimu; Dia telah menciptakannya dan menjanjikannya kepadamu. Karena Dia telah berjanji, tentu Dia akan memasukkanmu ke dalamnya.

Karena kita melihat dengan mata kepala bahwa setiap tahun di muka bumi Dia menghimpun serta menyebarkan lebih dari tiga ratus ribu jenis dan kelompok hewan serta tumbuhan, dengan keteraturan dan keseimbangan sempurna, serta kecepatan dan kemudahan sempurna, tentu Sang Qadîr Dzul-Jalâl seperti ini mampu memenuhi janji-Nya.

Dan karena Sang Qadîr Mutlak seperti itu setiap tahun menciptakan contoh-contoh kebangkitan serta surga dalam ribuan bentuk; dan karena Dia menjanjikan kebahagiaan abadi dan memberitakan kabar gembira surga melalui seluruh Firman samawi-Nya; dan karena seluruh tindakan serta urusan-Nya adalah haq dan hakikat, dengan kejujuran serta kesungguhan; dan karena menurut kesaksian karya-karya-Nya, seluruh kesempurnaan menunjukkan serta bersaksi bagi Kesempurnaan-Nya yang tiada batas, dan tidak ada kekurangan ataupun cacat pada-Nya dari segi apa pun; dan karena mengingkari janji, berkata tidak benar, berdusta, dan menipu merupakan sifat, kekurangan, serta cacat yang paling buruk—tentu dan pasti Sang Qadîr Dzul-Jalâl, Sang Hakîm Dzul-Kamâl, Sang Rahîm Dzul-Jamâl itu akan memenuhi janji-Nya, membuka pintu kebahagiaan abadi, serta memasukkan kalian, wahai ahli iman, ke surga yang merupakan tanah air asal ayah kalian, Adam.