BUTIR HIKMAH BALAGAH KEDUA
Al-Qur'an membuka dan memperlihatkan kain-kain tenunan Karya Ilahi kepada pandangan manusia. Kemudian, dalam rangkumannya ia melipat kain-kain itu di dalam Asma atau menyerahkannya kepada akal. Di antara contoh yang pertama, misalnya,
ﻗُﻞْ ﻣَﻦْ ﻳَﺮْﺯُﻗُﻜُﻢْ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺴَّﻤَﺎﺀِ وَالْاَرْضِ ﺍَﻣَّﻦْ ﻳَﻤْﻠِﻚُ ﺍﻟﺴَّﻤْﻊَ وَالْاَبْصَارَ ﻭَﻣَﻦْ ﻳُﺨْﺮِﺝُ ﺍﻟْﺤَﻰَّ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻤَﻴِّﺖِ ﻭَﻳُﺨْﺮِﺝُ ﺍﻟْﻤَﻴِّﺖَ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﺤَﻰِّ ﻭَﻣَﻦْ ﻳُﺪَﺑِّﺮُ الْاَمْرَ ﻓَﺴَﻴَﻘُﻮﻟُﻮﻥَ ﺍﻟﻠّٰﻪُ ﻓَﻘُﻞْ اَفَلَا ﺗَﺘَّﻘُﻮﻥَ ﻓَﺬٰﻟِﻜُﻢُ ﺍﻟﻠّٰﻪُ ﺭَﺑُّﻜُﻢُ ﺍﻟْﺤَﻖُّ
Pada awalnya, ia berkata, "Siapa yang menyiapkan langit dan bumi sebagai dua khazanah rezeki kalian, lalu mengeluarkan hujan dari sana dan biji-bijian dari sini? Siapa selain Allah سُبْحَانَهُ dapat menjadikan langit dan bumi yang besar sebagai dua penjaga khazanah yang patuh?
Maka, syukur khusus bagi-Nya." Dalam petikan kedua, ia berkata, "Siapa Pemilik mata dan telinga kalian, anggota tubuh kalian yang paling berharga? Dari tempat kerja dan toko mana kalian membelinya? Yang dapat memberi mata dan telinga yang halus serta berharga ini hanyalah Rabb kalian. Dialah yang menciptakan dan mendidik kalian, yang memberi semuanya kepada kalian. Maka, hanya Dialah Rabb, dan hanya Dia yang dapat menjadi Ma'bûd." Dalam petikan ketiga, ia berkata, "Siapa yang menghidupkan tanah mati dan ratusan ribu kelompok yang mati?
Siapa selain Al-Haqq dan Khâliq seluruh kainat dapat melakukan pekerjaan ini? Tentu Dia melakukannya. Dia menghidupkan. Karena Dia Al-Haqq, Dia tidak akan menyia-nyiakan hak. Dia akan mengirim kalian ke pengadilan besar. Sebagaimana menghidupkan tanah, Dia akan menghidupkan kalian pula." Dalam petikan keempat, ia berkata, "Siapa selain Allah سُبْحَانَهُ dapat mengelola dan mengatur kainat yang agung ini seperti istana dan kota dengan keteraturan sempurna? Karena tidak ada selain Allah سُبْحَانَهُ, Kudrat yang dengan sangat mudah mengatur kainat besar beserta seluruh benda langitnya begitu sempurna dan tak terhingga sehingga tidak mungkin membutuhkan sekutu, keterlibatan pihak lain, bantuan, atau pertolongan apa pun.
Yang mengatur kainat besar tidak menyerahkan makhluk kecil kepada tangan lain. Jadi, mau tidak mau kalian akan berkata 'Allah' سُبْحَانَهُ." Petikan pertama dan keempat berkata 'Allah' سُبْحَانَهُ, petikan kedua 'Rab', dan petikan ketiga 'El-Hak'. Pahamilah betapa
ﻓَﺬٰﻟِﻜُﻢُ ﺍﻟﻠّٰﻪُ ﺭَﺑُّﻜُﻢُ ﺍﻟْﺤَﻖُّ
ditempatkan dengan menunjukkan mukjizat. Ia menyebutkan Pengaturan agung Allah سُبْحَانَهُ Al-Haqq dan tenunan penting Kudrat-Nya. Kemudian, sebagai tempat menenun karya dan kain-kain besar itu, ia berkata
ﻓَﺬٰﻟِﻜُﻢُ ﺍﻟﻠّٰﻪُ ﺭَﺑُّﻜُﻢُ ﺍﻟْﺤَﻖُّ
.
Yakni, dengan menyebutkan Nama 'Hak', 'Rab', dan 'Allah' سُبْحَانَهُ, ia menunjukkan sumber Pengaturan agung tersebut. Di antara contoh yang kedua:
ﺍِﻥَّ ﻓِﻰ ﺧَﻠْﻖِ ﺍﻟﺴَّﻤٰﻮَﺍﺕِ وَالْاَرْضِ وَاخْتِلَافِ ﺍﻟَّﻴْﻞِ ﻭَﺍﻟﻨَّﻬَﺎﺭِ ﻭَﺍﻟْﻔُﻠْﻚِ ﺍﻟَّﺘِﻰ ﺗَﺠْﺮِﻯ ﻓِﻰ ﺍﻟْﺒَﺤْﺮِ ﺑِﻤَﺎ ﻳَﻨْﻔَﻊُ ﺍﻟﻨَّﺎﺱَ ﻭَﻣَﺎ ﺍَﻧْﺰَﻝَ ﺍﻟﻠّٰﻪُ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺴَّﻤَﺎﺀِ ﻣِﻦْ ﻣَﺎﺀٍ ﻓَﺎَﺣْﻴَﺎ ﺑِﻪِ الْاَرْضَ ﺑَﻌْﺪَ ﻣَﻮْﺗِﻬَﺎﻭَ ﺑَﺚَّ ﻓِﻴﻬَﺎ ﻣِﻦْ ﻛُﻞِّ ﺩَﺍﺑَّﺔٍ ﻭَﺗَﺼْﺮِﻳﻒِ ﺍﻟﺮِّﻳَﺎﺡِ ﻭَﺍﻟﺴَّﺤَﺎﺏِ ﺍﻟْﻤُﺴَﺨَّﺮِ ﺑَﻴْﻦَ ﺍﻟﺴَّﻤَﺎﺀِ وَالْاَرْضَ لَاٰيَاتٍ ﻟِﻘَﻮْﻡٍ ﻳَﻌْﻘِﻠُﻮﻥَ
Setelah menyebutkan tenunan-tenunan karya berikut—Tajalli Kerajaan Keilahian dalam penciptaan langit dan bumi, yang menunjukkan Kesempurnaan Kudrat serta Keagungan Rububiyah Allah سُبْحَانَهُ Al-Haqq dan bersaksi akan Keesaan-Nya;
Tajalli Rububiyah dalam pergantian malam dan siang; Tajalli Rahmat dengan menundukkan kapal di laut, sarana terbesar kehidupan masyarakat manusia; Tajalli Keagungan Kudrat dengan mengirim air kehidupan dari langit kepada bumi mati, menghidupkan bumi beserta seratus ribu kelompoknya, dan menjadikannya tempat berkumpul yang menakjubkan; Tajalli Rahmat dan Kudrat dalam menciptakan hewan-hewan berbeda yang tak terhingga dari tanah sederhana; Tajalli Rahmat dan Hikmah dalam menggerakkan serta mengatur angin agar layak bagi pengaturan dan pernapasan, dengan memberi tugas-tugas besar seperti membantu pernapasan serta pembuahan tumbuhan dan hewan;
Tajalli Rububiyah dalam menundukkan awan, sarana Rahmat antara bumi dan langit, dengan mengumpulkan serta menyebarkannya dalam keadaan tergantung seperti tempat berkumpul yang menakjubkan, mengistirahatkannya seperti pasukan, lalu memanggilnya kembali bertugas—ia berkata
لَاٰيَاتٍ ﻟِﻘَﻮْﻡٍ ﻳَﻌْﻘِﻠُﻮﻥَ
untuk mengarahkan akal kepada hakikat dan rinciannya serta membuatnya berpikir. Dengan ini, ia menyerahkannya kepada akal untuk menyadarkannya. KEUNGGULAN KEKUATAN KETIGA: Terkadang Al-Qur'an merinci Perbuatan-Perbuatan Allah سُبْحَانَهُ Al-Haqq, kemudian merangkumnya dengan suatu penutup.
Dengan rincian, ia memberi keyakinan; dengan rangkuman, ia membuatnya diingat dan mengikatnya. Misalnya,
ﻭَﻛَﺬٰﻟِﻚَ ﻳَﺠْﺘَﺒِﻴﻚَ ﺭَﺑُّﻚَ ﻭَﻳُﻌَﻠِّﻤُﻚَ ﻣِﻦْ ﺗَﺎْﻭِﻳﻞِ الْاَحَادِيثِ ﻭَﻳُﺘِﻢُّ ﻧِﻌْﻤَﺘَﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻚَ ﻭَﻋَﻠٰﻰ ﺍٰﻝِ ﻳَﻌْﻘُﻮﺏَ ﻛَﻤَﺎ ﺍَﺗَﻤَّﻬَﺎ ﻋَﻠٰﻰ ﺍَﺑَﻮَﻳْﻚَ ﻣِﻦْ ﻗَﺒْﻞُ ﺍِﺑْﺮَﺍﻫِﻴﻢَ ﻭَﺍِﺳْﺤٰﻖَ ﺍِﻥَّ ﺭَﺑَّﻚَ ﻋَﻠِﻴﻢٌ ﺣَﻜِﻴﻢٌ
Dengan ayat ini, ia menunjukkan nikmat yang diberikan kepada Yusuf dan leluhurnya. Ia menyebutkan serta menghitung nikmat Ilahi berupa: mengunggulkan kalian di antara semua manusia dengan kedudukan kenabian; menghubungkan seluruh rantai nabi kepada rantai kalian dan menjadikan rantai kalian pemimpin seluruh rantai umat manusia; menjadikan keluarga kalian ruang pengajaran serta petunjuk bagi ilmu-ilmu Ilahi dan Hikmah Rabbani; dengan ilmu dan hikmah itu menyatukan dalam diri kalian kekuasaan dunia yang penuh kebahagiaan dengan kebahagiaan abadi akhirat; serta menjadikan engkau pemimpin Mesir yang mulia, nabi yang luhur, dan pembimbing yang penuh hikmah melalui ilmu serta hikmah.
Ia menyebutkan bahwa dengan ilmu dan hikmah Dia menjadikan Yusuf, ayah-ayahnya, dan leluhurnya istimewa. Kemudian, ia berkata, "Rabbmu Alîm dan Hakîm. Rububiyah dan Hikmah-Nya menuntut Dia menjadikan engkau, ayah-ayahmu, serta leluhurmu tempat tampilnya Nama Alîm lagi Hakîm." Dengan penutup ini, ia merangkum nikmat-nikmat yang terperinci itu. Juga, misalnya,
ﻗُﻞِ ﺍﻟﻠّٰﻬُﻢَّ ﻣَﺎﻟِﻚَ ﺍﻟْﻤُﻠْﻚِ ﺗُﺆْﺗِﻰ ﺍﻟْﻤُﻠْﻚَ ﻣَﻦْ ﺗَﺸَﺎﺀُ
Ayat ini menunjukkan Pengaturan Allah سُبْحَانَهُ Al-Haqq dalam kehidupan masyarakat manusia: kemuliaan dan kehinaan, kemiskinan dan kekayaan langsung bergantung pada Masyîah (kehendak Allah سُبْحَانَهُ) serta Kehendak Allah سُبْحَانَهُ Al-Haqq. Jadi, hingga pengaturan paling tersebar dari banyak lapisan sekalipun, semuanya melalui Masyîah dan Takdir Ilahi. Kebetulan tidak dapat turut campur. Setelah memberi ketetapan ini, hal terpenting dalam kehidupan manusia adalah rezekinya. Melalui satu atau dua pengantar, ayat ini membuktikan bahwa Dia mengirim rezeki manusia langsung dari khazanah Rahmat Sang Razzâq Hakiki.
Ia berkata, "Rezeki kalian bergantung pada kehidupan bumi. Hidupnya kembali bumi terkait dengan musim semi. Musim semi berada di Tangan Zat yang menundukkan matahari dan bulan serta memutar malam dan siang. Maka, yang dapat memberi satu apel kepada seorang manusia sebagai rezeki sejati adalah Zat yang memenuhi seluruh muka bumi dengan semua buah. Dialah Razzâq yang Sejati baginya." Kemudian, ia berkata
ﻭَﺗَﺮْﺯُﻕُ ﻣَﻦْ ﺗَﺸَﺎﺀُ ﺑِﻐَﻴْﺮِ ﺣِﺴَﺎﺏٍ
. Dalam kalimat ini, ia merangkum serta membuktikan Perbuatan-Perbuatan terperinci itu.
Yakni, "Yang memberi kalian rezeki tanpa hitungan adalah Dia yang melakukan Perbuatan-Perbuatan ini."