Risalah Nur — Bahasa Indonesia

Dua Bukti Agung Tauhid dan Suatu Butir Hikmah Kemukjizatan Surah Al-Ikhlas

Zulfikar · Bahasa Indonesia

Dua Bukti Agung Tauhid dan Suatu Butir Hikmah Kemukjizatan Surah Al-Ikhlas

Kainat ini seluruhnya ialah bukti yang agung. Dengan bahasa gaib serta kesaksian, ia bertasbih dan bertauhid. Ya, melalui tauhid Sang Rahmân, ia berzikir dengan suara besar:

Lâ İlahe İllâ Hû...

Seluruh zarah serta selnya, seluruh pilar dan anggotanya masing-masing ialah bahasa yang berzikir; bersama suara besar itu berkata:

Lâ İlahe İllâ Hû...

Bahasa-bahasa itu beragam, suara-suara itu bertingkat. Namun, zikir serta suaranya mengumpulkan pada satu titik:

Lâ İlahe İllâ Hû...

Ia manusia besar, berzikir dengan suara besar; seluruh bagian serta zarahnya, dengan suara-suara kecil mereka, bersama suara tinggi itu berkata:

Lâ İlahe İllâ Hû...

Dalam lingkaran zikir alam ini, Al-Qur'an, tempat terbit cahaya, membaca petikan ayat. Seluruh yang mempunyai ruh bertafakur:

Lâ İlahe İllâ Hû...

Al-Furqân yang agung ini ialah bukti yang berbicara bagi tauhid; seluruh ayat bahasa yang benar, sinar-sinar kilauan iman. Bersama berkata:

Lâ İlahe İllâ Hû...

Jika engkau menempelkan telinga ke dada Al-Furqân ini, dari kedalaman yang terdalam engkau mendengar dengan jelas suara dari langit berkata:

Lâ İlahe İllâ Hû...

Suara itu amat luhur, sungguh-sungguh pada tingkat tertinggi, sejati dan sangat tulus, juga amat akrab, meyakinkan dan dibekali bukti. Berulang-ulang berkata:

Lâ İlahe İllâ Hû...

Pada bukti bercahaya ini, keenam sisinya bening; pada atasnya terukir cap mukjizat berbunga. Cahaya petunjuk yang bersinar di dalamnya berkata:

Lâ İlahe İllâ Hû...

Ya, di bawahnya ditenun logika serta bukti yang ringan; di kanannya ia membuat akal berbicara; pikiran-pikiran dari segala sisi yang berkibar berkata, "Sadakte":

Lâ İlahe İllâ Hû...

Di kirinya yang merupakan kanan, ia meminta kesaksian nurani. Di depannya keelokan kebaikan, pada tujuannya kebahagiaan. Kuncinya setiap saat ialah:

Lâ İlahe İllâ Hû...

Di belakangnya yang merupakan depan, sandarannya dari langit, Wahyu Rabb yang murni. Keenam sisi ini bersinar, kilau tampak pada menara-menaranya:

Lâ İlahe İllâ Hû...

Ya, bisikan yang mencuri, bersama sangkaan keraguan yang menyerang, bagaimana si penyimpang itu berani masuk ke istana yang gemerlap ini? Istana itu pun bersinar; surah-surah bentengnya menjulang, setiap kata malaikat yang berbicara:

Lâ İlahe İllâ Hû...

Betapa Al-Qur'an yang agung itu lautan tauhid. Satu tetes sebagai contoh, hanya surah Al-Ikhlas, tetapi hanya satu lambang singkat dari lambang-lambangnya yang tak berhingga.

Ia menolak seluruh jenis syirik serta membuktikan tujuh jenis tauhid; tiga meniadakan, tiga menetapkan, dalam keenam kalimat ini sekaligus.

Kalimat pertama: ﻗُﻞْ ﻫُﻮَ ialah isyarat tanpa petunjuk penyerta. Jadi, penentuan secara mutlak. Dalam penentuan itu ada keadaan tertentu. Wahai:

Lâ Hüve İllâ Hû...

Inilah isyarat kepada tauhid melalui pandangan langsung. Jika pandangan yang melihat hakikat tenggelam dalam tauhid, ia berkata:

Lâ Meşhude İllâ Hû...

Kalimat kedua: ﺍَﻟﻠّٰﻪُ ﺍَﺣَﺪٌ, yang menyatakan dengan jelas tauhid keilahian. Hakikat, bahasa haq, berkata:

Lâ Mabude İllâ Hû...

Kalimat ketiga: ﺍَﻟﻠّٰﻪُ ﺍﻟﺼَّﻤَﺪُ. Ia cangkang bagi dua permata tauhid. Permata pertama: tauhid rububiyah. Ya, bahasa tata wujud berkata:

Lâ Hâlıka İllâ Hû...

Permata kedua: tauhid Qayyûmiyah. Ya, di segenap kainat, dalam wujud serta tetap adanya, bahasa kebutuhan kepada Yang memberi pengaruh berkata:

Lâ Kayyume İllâ Hû...

Keempat: ﻟَﻢْ ﻳَﻠِﺪْ. Tersembunyi tauhid Keagungan; ia menolak jenis-jenis syirik dan memutus kekufuran tanpa ragu.

Yakni, yang berubah, berketurunan ataupun terbagi tentu bukan Khâliq, Qayyûm ataupun Ilah…

Gagasan tentang anak serta kekufuran berupa anggapan berketurunan, ditolak oleh ﻟَﻢْ dan diputus sekaligus. Dari syirik inilah sebagian besar manusia tersesat…

Syirik berupa anggapan berketurunan terkait Isa (as), Uzair, malaikat ataupun akal-akal, dari waktu ke waktu mengambil tempat pada jenis manusia…

Kelima: ﻭَﻟَﻢْ ﻳُﻮﻟَﺪْ. Isyarat tauhid Kekal: yang bukan Niscaya, Qadîm dan Azali tidak dapat menjadi Ilah…

Yakni, jika bermula dalam waktu, lahir dari materi ataupun terpisah dari suatu asal, tentu ia tidak dapat menjadi sandaran kainat ini…

Memuja sebab, bintang, berhala serta tabiat masing-masing ialah jenis syirik, sumur dalam kesesatan…

Keenam: ﻭَﻟَﻢْ ﻳَﻜُﻦْ. Ia tauhid yang menyeluruh. Tidak ada yang sebanding dalam Zat-Nya, sekutu dalam Perbuatan-Nya, ataupun yang serupa dalam Sifat-Nya; itulah yang dipandang kata ﻟَﻢْ…

Keenam kalimat ini, dalam makna, saling menjadi hasil serta bukti; bukti-bukti berangkai dan hasil-hasil tersusun menetap dalam surah ini…

Jadi, dalam surah Al-Ikhlas ini terkandung tiga puluh surah yang berangkai serta tersusun, masing-masing seukuran dirinya; inilah fajar bagi mereka…

لَا ﻳَﻌْﻠَﻢُ ﺍﻟْﻐَﻴْﺐَ اِلَّا ﺍﻟﻠّٰﻪُ